INILAHKORAN, Bandung - Ini tanda-tanda awal yang bagus. Terkuak gejala, Idul Fitri 1443 Hijriah tak berpengaruh pada meruyaknya Covid 19 di Jawa Barat.
Tingkat keterisian Rumah Sakit Covid 19 di Jawa Barat kurang dari 1 persen, terhitung dari sebelum Idulfitri 1443 Hijriah hingga Senin, 9 Mei 2022. Berdasarkan hal itu, kondisi rumah sakit Covid 19 di Jabar saat ini dalam kondisi baik.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, selain keterisian rumah sakit di bawah 1 persen, kasus positif Covid 19 di Jabar juga cenderung terkendali. Khusus keterisian Rumah Sakit Covid 19 di Jabar sendiri, sebelumnya sempat di atas 5 persen.
"Keterisian RS di Jabar untuk Covid-19 hanya 0,8 persen. Kasus aktif hanya tersisa 1.500," ujar Ridwan Kamil.
Menurut Ridwan Kamil, banyak pasien positif Covid-19 di Jabar yang sudah sembuh. Itu mendandakan kodisi Covid-19 di Jabar bisa dikatakan semakin membaik setiap tahunnya.
Kendati demikian, dia berharap masyarakat selalu menerapkan protokol kesehatan dan tidak mengabaikannya.
"Rata sudah banyak sembuh. Terbukti di RSHS pun hanya tiga anak yang dirawat, jadi sangat minim pasien Covid-19 di Jabar," katanya.
Sebelumnya Ketua Harian Satgas Covid-19 Jabar Dewi Sartika mengatakan pada 13 Februari 2022 lalu, BOR Rumah Sakit sempat meningkat hingga 44.67 persen. Namun angka itu, menurutnya, masih di bawah standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
"Namun kita tetap harus waspada meskipun masih di bawah batas maksimal WHO, 60 persen. Kita tetap mengimbau masyarakat yang terkena dan bergejala ringan supaya melakukan isolasi mandiri di rumah atau di tempat isolasi terpadu yang ada di wilayah dengan pantauan puskesmas setempat," ujar Dewi di Kota Bandung, Senin (14/2/2022) lalu.
Adapun langkah antisipasi Pemprov Jabar, salah satunya dengan menjamin ketersediaan tempat tidur (TT) rumah sakit untuk pasien COVID-19 total sebanyak 9.907, yang sejauh ini sudah terisi 4.425 TT.
"Jumlah 9.907 itu sudah mengalami penambahan sebanyak 164 tempat tidur, juga tentunya dengan semua fasilitas penunjang, termasuk ketersediaan oksigen," ungkapnya.
Untuk tempat isolasi non-rumah sakit di Jabar sudah ada sebanyak 14 lokasi yang tersebar di kabupaten dan kota. Dewi mengatakan, pada 13 Februari ada tujuh tempat di kabupaten dan kota yang sudah melaporkan pembaruan data tempat isolasi.
Adapun ketujuhnya yaitu; Kota dan Kabupaten Bogor, Kota Cimahi, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Garut, dan BPSDM Jabar.
"Saat ini ada kenaikan keterisian tempat tidur di tempat isolasi khusus, update terakhir tanggal 13 Februari sebesar 38.76 persen atau sebanyak 395 tempat tidur yang terisi dari jumlah total 1.019 tempat tidur," ucapnya. (Riantonurdiansyah)