Kabid SMP Disdik Kab Bandung Ditetapkan Tersangka
Polda Jawa Barat telah menetapkan Kepala Bidang (Kabid) SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Maman Sudrajat sebagai tersangka dalam kasus dugaan pungutan liar (pungli).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH,Bandung- Polda Jawa Barat telah menetapkan Kepala Bidang (Kabid) SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Maman Sudrajat sebagai tersangka dalam kasus dugaan pungutan liar (pungli).
Pelaku diketahui meminta anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) ke sejumlah kepala sekolah saat Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) di SMP 1 PameungpPameungpek.
"Kami sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Proses penyidikan masih berjalan," kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Saptono Erlangga singkat, melalui sambungan telepon, Rabu (8/1/2020).
Disisi lain, tim Saber Pungli Jawa Barat (Jabar) meminta Polda Jabar menelusuri aliran uang pungutan liar (pungli) yang dilakukan Kepala Bidang (Kabid) SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung terhadap enam orang kepala sekolah.
Diketahui, Kabid SMP Disdik Kabupaten Bandung Maman Sudrajat terkena operasi tangkap tangan (OTT) tim saber pungli karena diduga lakukan pungli.
"Ini langkah yang bagus (OTT), jadi kita kawal krimsus (Polda Jabar) agar membongkar ini dari atasnya mengalir kemana dan ke bawah siapa yang sudah diperas," kata Anggota Kelompok Ahli Satgas Saber Pungli Jabar, Iriyanto.
Menurut Irianto, jika terdapat proyek yang sedang dikerjakan maka terdapat budaya harus memberi kepada atasan. Ia menilai, budaya tersebut tidak sehat. Iriyanto berharap agar krimsus Polda Jabar bisa membongkar dugaan pungli lainnya di Kabupaten Bandung.
"Di Kabupaten Bandung masih mendengar, guru yang mendapatkan tunjangan diminta uang (pungli). Rp 300 ribu nampak kecil tapi kalau ada 100 guru. Kebiasaan seperti ini harus dikikis habis. Saya prihatin," ujarnya.
Irianto menegaskan, seharusnya lembaga pendidikan seharusnya bersih dari pungli. Menurutnya, jika pelaku pungli masih marak di instansi pendidikan maka bagaimana akan mencetak generasi yang unggul.(rd dani r nugraha)
Editor : Bsafaat

