INILAH, Bogor – Bupati Bogor Ade Yasin meluncurkan program Inovasi Pelayanan Administrasi Kependudukan dan Penerapan Gerakan Indonesia Sadar Adminduk di Gedung Tegar Beriman Cibinong, Kamis (21/3/2019).
Ade mengatakan, pembuatan KTP pada era kepemimpinannya akan berlangsung lebih cepat. Sementara dahulu, warga harus menunggu hingga 2-4 tahun untuk memperoleh KTP.
"Dulu saya sampai perpanjang resi KTP hingga enam kali. Namun selama dua bulan era saya, sudah 190 ribu keping KTP yang diberikan kepada masyarakat," kata Ade.
Ade mengaku tak segan meminta 120 ribu keping blanko KTP ke Direktorat Jendral Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri. Alasannya, supaya jumlah golongan putih (golput) pada pemilihan umum 17 April 2019 menurun.
"Pada pemilihan bupati (Pilbup) Bogor lalu, jumlah golput mencapai 25 persen. Kami minta persoalan KTP bisa segera terselesaikan supaya masyarakat lebih mantap mencoblos di pemilu," katanya.
Kepala Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bogor Oetje Soebagdja menuturkan, pihaknya akan membentuk 7 unit pelayanan teknis (UPT) sebagai upaya memaksimalkan pelayanan KTP dan Kartu Keluarga. Sebanyak 7 UPT tersebut berada di Parung, Rumpin, Cibungbulang, Leuwisadeng, Ciawi, Cijeruk, dan Cileungsi.
“Kami akan menjalankan layanan elektronik langsung sehingga masyarakat mudah dan murah membuat administrasi kependudukan. idak harus jauh-jauh ke Cibinong. KTP ini membantu masyarakat dalam pelayanan kesehatan di puskesmas dan rumah sakit," ujarnya.
Oetje melanjutkan, Disdukcapil juga akan mengadakan 9 unit kendaraan roda dua untuk mempercepat pelayanan data kependudukan. Sebanyak 7 unit kendaraan disimpan di 7 UPT dan 2 unit tersisa disimpan di Kantor Disdukcapil.