Kabupaten Cirebon Waspadai 9 Potensi Bencana Alam.
BPBD Kabupaten Cirebon mewaspadai 9 potensi bencana alam yang bisa menimpa kapan saja di daerah itu terlebih saat ini menjelang puncak musim hujan, baik itu banjir bandang ataupun longsor
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kabupaten Cirebon memiliki geostrategi dipantai utara jawa barat. Wilayah ini mempunyai panjang garis pantai kurang lebih 54 Km. Sementara luas wilayahnya mencapai 990,36 km persegi. Dengan luas wilayah itu, Kabupaten Cirebon mempunyai 40 kecamatan, 412 desa dan 12 kelurahan.
Wajar, dengan cakupan wilayah yang cukup luas, potensi bencana alampun setiap tahunnya selalu dalam pemantauan. Badan Penanggulangan bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon merilis, ada 9 potensi yang harus diwaspadai. potensi bencana tersebut berupa banjir, tanah longsor, rob, cuaca ekstrim, kebakaran hutan dan lahan, kekeringan, letusan gunung api ciremai, banjir bandang dan gempa bumi.
Kalak BPBD Kabupaten Cirebon, Ikin Asikin menyebutkan, ada empat potensi bencana alam yang benar benar harus diwaspadai. bencana tersebut yaitu banjir, cuaca ekstrim, longsor serta kebakaran hutan dan lahan. Sementara untuk total kejadian bencana alam periode januari sampai akhir November tahun ini ada kurang lebih 160 kali kejadian.
"Dari kurang lebih 160 kejadian bencana alam, ada sekitar 100 kecamatan yang terdampak serta sekitar 151 desa juga ikut terdampak," kata Ikin, Rabu 3 Desember 2025.
Lebih spesifik Ikin memaparkan, imbas dari kejadian bencana, sampai akhir November tahun ini ada sekitar 8 ribuan unit rumah terendam saat banjir dan 4 unit rumah rusak berat. lalu ada sekitar 100 unit rumah rusak ringan dan 65 unit rumah ibadah juga rusak ringan. Sedangkan atas kejadi itu ada kurang lebih 20 ribuan KK dan 50 ribu jiwa lebih ikut terdampak.
"Memang yang paling parah bencana di Kabupaten Cirebon itu adalah banjir. Ini karena kiriman air dari hulu serta sedimentasi sungai ciberes yang cukup tinggi," ungkapnya.
Ikin mengaku sudah melakukan koordinasi dengan pihak BBWS, untuk mencari solusi penanggulan masalah banjir, khususnya di Cirebon timur. Pihak BBWS juga sudah melakukan normalisasi sungai cisanggarung, namun belum bisa optimal. Sedangkan Pemkab Cirebon sedang berupaya melakukan pengerukan sungai ciberes.
"Kita juga harus melakukan normalisasidi kali pembuang lebak putat dan kali pembuang lebak lamaran. Sedimentasinya sudah sangat tinggi. Jadi tidak bisa menampung debit air saat curah hujan tinggi," jelas Ikin.
Ikin menambahkan, dari hasil assesment yang sudah dilakukan, BPBD Kabupaten Cirebon mengeluarkan rekomendasi, untuk penanggulang bencana banjir. Rekomendasi tersebut yaitu penerapan sumur resapan dan biopori serta membangun kerjasama lintas wilayah. Disamping itu perlu membangun sodetan dikawasan DAS padat penduduk, termsuk membangun DAM untuk mengendalikan debit air.
"Kita juga sedang kerjasama lintas batas. Ini untuk pengembangan sistim pengelolaan dan pemantauan area hulu DAS. Tujuannya untuk mendeteksi dan pencegahan bencana banjir. Karena dari 9 potensi bencana, yang paling parah ya bencana banjir," tukasnya. (maman suharman)
Editor : Ahmad Sayuti

