Kadisdik Kota Bandung Minta Orang Tua Tak Lagi Antar Anak SMP ke Gerbang Sekolah
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung, Asep Saeful Gufron mengimbau, orang tua siswa tidak mengantar anak ke sekolah hingga menimbulkan kepadatan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung, Asep Saeful Gufron mengimbau, orang tua siswa tidak mengantar anak ke sekolah hingga menimbulkan kepadatan di sekitar gerbang sekolah saat hari pertama masuk.
Menurutnya, khusus bagi siswa SMP. Orang tua perlu mulai memberikan kepercayaan, agar anak lebih mandiri setelah mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS).
"Kepada orang tua siswa SMP, tidak perlu mengantar sampai menyebabkan kemacetan di sekitar sekolah. Pada saat MPLS mungkin sudah dilakukan pendampingan, tetapi setelah itu siswa SMP sudah bisa lebih mandiri," kata Asep Saeful Gufron, Jumat (17/72026).
Dia juga meminta orang tua mempertimbangkan penggunaan transportasi umum, dan tidak berkumpul di depan sekolah saat jam masuk. Hal tersebut, dilakukan menjaga kelancaran lalu lintas di kawasan sekolah.
"Kalau memungkinkan, gunakan transportasi umum dan jangan sampai orang tua berkerumun di depan sekolah," ucapnya.
Selain persoalan mobilitas, Asep mengingatkan orang tua untuk membantu anak membangun kedisiplinan terutama bagi siswa yang baru memasuki jenjang SD dan SMP. Kebiasaan mengikuti jadwal sekolah, perlu mulai dibentuk sejak awal tahun ajaran.
Dia menyebut, jam masuk sekolah tetap mengikuti kebijakan sebelumnya yakni pukul 07.30 WIB untuk jenjang SD dan pukul 07.00 WIB untuk jenjang SMP. "Orang tua harus memperhatikan kedisiplinan anak. Terutama siswa yang baru masuk SD atau SMP, harus mulai membiasakan diri dengan jadwal sekolah," ujar dia.
Pihaknya juga meminta orang tua terus memberikan dukungan dan motivasi kepada anak, baik yang bersekolah di negeri maupun swasta. Keberhasilan proses belajar tidak hanya bergantung pada sekolah, tetapi juga dukungan keluarga.
"Yang terpenting adalah bagaimana peran orang tua dalam membangun kedisiplinan, kepercayaan diri dan membantu anak belajar secara maksimal," tuturnya.
Di sisi lain, Asep menegaskan orang tua perlu mempercayakan proses pendidikan kepada lingkungan sekolah selama kegiatan belajar berlangsung. Namun setelah anak menyelesaikan aktivitas di sekolah dan kembali ke rumah, tanggung jawab kembali berada di tangan keluarga.
"Orang tua harus mempercayakan anak kepada lingkungan sekolah selama proses belajar berlangsung. Namun setelah jam sekolah selesai dan anak pulang, tanggung jawab kembali kepada orang tua," tandas dia.***
Editor : JakaPermana

