Ruang Kelas Kosong di Kota Bandung Nihil, Seluruh Daya Tampung Sekolah Terisi
Kota Bandung memastikan tidak ada lagi ruang kelas kosong di seluruh jenjang pendidikan, setelah proses penerimaan peserta didik baru tahun ini.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kota Bandung memastikan tidak ada lagi Ruang Kelas Kosong di seluruh jenjang pendidikan, setelah proses penerimaan peserta didik baru tahun ini. Dinas Pendidikan Kota (Disdik) Bandung menyebut, seluruh kapasitas sekolah mulai dari tingkat TK, SD hingga SMP telah terpenuhi sesuai dengan daya tampung yang tersedia.
Kepala Disdik Kota Bandung, Asep Saeful Gufron mengatakan, pihaknya telah melakukan penyisiran terhadap seluruh sekolah memastikan kondisi daya tampung. Hasilnya, tidak ditemukan lagi ruang kelas yang masih tersedia untuk menampung peserta didik baru.
"Kemarin kita sudah melakukan penyisiran terhadap seluruh jenjang, mulai dari TK, SD hingga SMP. Tidak ada lagi ruang kelas yang kosong. Kondisinya sudah sesuai dengan usulan yang disampaikan kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah," kata Asep Saeful Gufron, Jumat (17/7/2026).
Menurutnya, kondisi Kota Bandung berbeda dengan sejumlah daerah yang masih menghadapi persoalan kekurangan siswa. Di Bandung, persoalan yang terjadi justru tingginya permintaan masyarakat terhadap sekolah negeri karena banyak orang tua masih berharap anaknya dapat bersekolah di sekolah milik pemerintah.
"Kalau di Bandung bukan kekurangan siswa. Justru banyak masyarakat yang ingin masuk ke sekolah negeri," ucapnya.
Dia menegaskan, tidak ada sekolah dasar negeri di Kota Bandung yang mengalami kekurangan peserta didik. Bahkan hingga saat ini, masih ada masyarakat yang datang ke Disdik untuk meminta anaknya masuk ke sekolah negeri meskipun seluruh daya tampung sudah terpenuhi.
"Tidak ada, semua sudah penuh. Bahkan sampai sekarang masih ada masyarakat yang datang ke Dinas Pendidikan untuk meminta masuk sekolah negeri, tetapi sudah tidak bisa karena seluruh daya tampung sudah terpenuhi," ujar dia.
Untuk jenjang sekolah dasar negeri, jumlah peserta didik yang diterima mencapai sekitar 22 ribu siswa. Sementara itu jenjang SMP negeri, jumlah siswa yang berhasil masuk mencapai sekitar 19 ribu peserta didik.
Asep menjelaskan, siswa yang belum mendapatkan tempat di sekolah negeri bukan berarti tidak memperoleh akses pendidikan. Mereka sebagian besar telah masuk ke sekolah swasta, yang juga mengalami peningkatan jumlah peserta didik tahun ini.
"Sebenarnya bukan tidak masuk, tetapi daya tampung negeri sudah penuh. Sebagian besar yang tidak tertampung, masuk ke sekolah swasta," jelasnya.
Disdik Kota Bandung juga telah melakukan pengecekan terhadap sekolah swasta. Berdasarkan hasil pemantauan, sekolah swasta mengalami penambahan jumlah peserta didik karena menjadi alternatif bagi siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri.
"Alhamdulillah, sekolah swasta mengalami penambahan jumlah peserta didik. Untuk SD sekitar 22 ribu siswa masuk sekolah negeri, untuk SMP negeri sekitar 19 ribu siswa. Sisanya kurang lebih antara 10 ribu sampai 12 ribu siswa sudah masuk ke sekolah swasta, baik jenjang SD maupun SMP," tutur dia.
Meski seluruh daya tampung sekolah negeri telah terpenuhi, Disdik Kota Bandung masih menghadapi tantangan menjaga kualitas layanan pendidikan di tengah tingginya permintaan masyarakat. Salah satunya, memastikan jumlah siswa dalam satu rombongan belajar tetap menyesuaikan kapasitas ruang kelas yang tersedia.
Asep menyebut, jumlah siswa dalam satu rombel bergantung pada kondisi masing-masing sekolah. Beberapa sekolah, dapat menampung hingga sekitar 32 siswa dalam satu kelas dengan penyesuaian terhadap ukuran ruang yang tersedia.
"Kapasitasnya tergantung ruang kelas. Ada yang mencapai 32 siswa, bahkan beberapa sekolah seperti SMPN 32 dan SMPN 36 menyesuaikan dengan kondisi ruangan yang tersedia," tandasnya.***
Editor : JakaPermana

