Kampus Dituntut Lahirkan Inovasi
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Jakarta - Potensi sumber daya alam Indonesia terbentang luas. Namun, kekayaan itu belum cukup jika hanya dijual dalam bentuk bahan mentah tanpa pengolahan yang memberi nilai tambah.
Perguruan tinggi kini didorong mengambil peran lebih besar, bukan sekadar melahirkan penelitian dan publikasi ilmiah, melainkan menghadirkan inovasi yang bisa menjawab kebutuhan industri dalam negeri.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menekankan pentingnya mengarahkan riset kampus dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) agar selaras dengan kebutuhan industri.
Kolaborasi antara perguruan tinggi dan pelaku usaha diperlukan supaya pengetahuan yang dihasilkan kampus dapat berkembang menjadi produk, teknologi, hingga kegiatan ekonomi.
“Kami mendorong di kampus-kampus, penelitian dan riset tidak hanya berhenti sampai publikasi, tetapi lebih lanjut bagaimana kita bisa menghasilkan proyek-proyek dan karya-karya yang sinergis dengan industri,” ujar Brian seperti dikutip dari ANTARA, Selasa (27/10).
Dorongan tersebut sejalan dengan upaya memperkuat kemandirian nasional. Menurut Brian, kebutuhan energi Indonesia, termasuk melalui program B50 dan E50, dapat menjadi peluang untuk mengembangkan industri di dalam negeri.
Pengolahan kebutuhan tersebut menjadi kapasitas produksi domestik berpotensi mengurangi ketergantungan pada impor sekaligus membuka ruang bagi pertumbuhan industri baru. Untuk mewujudkannya, riset dan pengembangan teknologi perlu berjalan beriringan dengan kebutuhan produksi.
Potensi sumber daya alam yang besar juga menuntut kemampuan pengolahan yang lebih maju. Perguruan tinggi dinilai memiliki peran strategis dalam menyiapkan tenaga ahli, mengembangkan teknologi, serta mencari solusi atas persoalan yang dihadapi industri.
“Ini tugas besar para teknokrat kampus untuk bekerja keras, memastikan kesiapan perguruan tinggi untuk mendukung kebutuhan industri melalui pengembangan sumber daya manusia dan riset yang relevan,” katanya. (gin)
Editor : Inilahkoran
