Unjani Siapkan Lulusan Adaptif Hadapi Era AI

Unjani Siapkan Lulusan Adaptif Hadapi Era AI
PERKUAT KOMPETENSI: Rektor Unjani, Prof Agus Subagyo menjelaskan mengenai penguatan kompetensi lulusan untuk menghadapi persaingan dunia kerja, di tengah perkembangan AI.(INILAH/YULIANTONO)

INILAH, Cimahi - Gelar akademik bukan satu-satunya bekal untuk memasuki dunia kerja. Di tengah perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan teknologi digital, lulusan perguruan tinggi juga dituntut memiliki keterampilan teknologi, kemampuan bahasa asing, karakter kuat, hingga jiwa kewirausahaan.

Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) menyiapkan berbagai kompetensi tersebut agar lulusannya mampu beradaptasi dengan perubahan dan menghadapi persaingan kerja yang semakin ketat.

Rektor Unjani, Prof Agus Subagyo, mengatakan penguasaan teknologi informasi kini menjadi kebutuhan bagi mahasiswa dari berbagai program studi. Kemampuan tersebut penting agar lulusan tidak tertinggal ketika teknologi mengubah cara industri bekerja.

“Sekarang kan zamannya artificial intelligence, digital, dan sebagainya. Maka, kita bekali mahasiswa, apa pun prodinya, mereka harus tahu tentang kemampuan IT agar bisa adaptif terhadap perubahan,” ujar Agus di sela Wisuda Periode II Tahun 2026 di Kampus Unjani, Cimahi, Selasa (27/10).

Menurut Agus, kemampuan digital perlu berjalan beriringan dengan keterampilan lain. Penguasaan bahasa asing, terutama bahasa Inggris, juga menjadi bekal penting untuk memperluas peluang lulusan di dunia profesional.

“Yang kedua, kita juga bekali mereka dengan kemampuan bahasa. Bahasa Inggris, bahasa asing, dan sebagainya. Pokoknya bahasa-bahasa internasional yang diakui oleh PBB. Karena sekarang kemampuan bahasa itu juga sangat menentukan di dunia kerja, dibutuhkan,” ucapnya.

Selain keterampilan teknis, Unjani menaruh perhatian pada pembentukan karakter. Kedisiplinan, kejujuran, loyalitas, keuletan, kesantunan, serta keterampilan nonteknis (soft skill) dinilai berperan dalam membantu lulusan beradaptasi dengan lingkungan kerja.

“Disiplin, loyal, dan santun itu adalah bagian yang harus dimiliki oleh setiap lulusan agar supaya lulusan itu kemudian cepat bekerja dan beradaptasi,” katanya.

Bekal memasuki dunia kerja tidak selalu berarti menyiapkan diri untuk menjadi karyawan. Unjani juga mendorong mahasiswa agar mampu membangun usaha sendiri dan membuka peluang ekonomi bagi orang lain.

(yuliantono/gin)


Editor : Inilahkoran