Polisi Jaga Generasi Muda
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Situbondo - Sekolah semestinya menjadi ruang aman bagi anak-anak untuk belajar dan tumbuh. Namun, ancaman perundungan, tawuran, hingga penyalahgunaan narkoba masih menjadi persoalan yang perlu diantisipasi bersama. Kepolisian Resor Situbondo, Jawa Timur, berupaya mencegahnya melalui program Polisi Jogo Sekolah.
Program tersebut menghadirkan polisi sebagai sahabat sekaligus pendamping pelajar. Pendekatan ini diharapkan membuat siswa merasa aman, berani menyampaikan persoalan, dan tidak takut meminta pertolongan ketika menghadapi ancaman atau kekerasan.
“Melalui program Kapolda Jatim ini, kami ingin menghadirkan polisi sebagai sahabat dan pendamping pelajar dalam mencegah perundungan, tawuran serta penyalahgunaan narkoba. Kami ingin anak-anak merasa aman saat belajar, berani menyampaikan masalah, dan tidak takut meminta bantuan ketika menghadapi ancaman atau kekerasan,” kata Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie di Situbondo,seperti dikutip dari ANTARA, Selasa (27/10).
Upaya pencegahan diperkuat melalui pembentukan Satgas Pre-Emptive Strike. Satuan tugas ini bertugas mendukung pendampingan, pengawasan, serta pemetaan tingkat kerawanan sekolah berdasarkan kondisi dan potensi gangguan.
Polres Situbondo membagi sekolah ke dalam tiga kategori, yakni merah, kuning, dan hijau. Pengelompokan tersebut menjadi dasar bagi personel untuk menentukan pola pendampingan sesuai kebutuhan masing-masing sekolah.
Kategori merah ditujukan bagi sekolah yang memiliki riwayat tawuran, perundungan, balap liar, keterlibatan pelajar dalam unjuk rasa, atau bentuk kenakalan lainnya.
Kategori kuning diberikan kepada sekolah yang memiliki potensi pelanggaran, sedangkan kategori hijau diperuntukkan bagi sekolah yang tertib, disiplin, dan tidak memiliki catatan pelanggaran siswa.
“Pemetaan ini penting agar langkah pencegahan dapat dilakukan sesuai kebutuhan masing-masing sekolah,” ujar Bayu. (gin)
Editor : Inilahkoran
