Kampus Inaba Menyala: Road Show Literasi Keuangan Disambut Antusias Ratusan Mahasiswa
Harian Inilah Koran bersama bank bjb dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar Road Show Literasi Keuangan Goes to Campus di Universitas Inaba, Bandung. Acara ini memberikan edukasi kepada mahasiswa mengenai bahaya pinjaman online ilegal dan pentingnya pengelolaan keuangan yang bijak.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN,Bandung- Kampus Universitas Indonesia Membangun (Inaba) menjadi titik pertama dari rangkaian Road Show Literasi Keuangan Goes to Campus yang digelar oleh Inilah Koran bersama bank bjb dan didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Acara bertajuk "Cerdas Keuangan, Terjaga Masa Depan" ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan di kalangan mahasiswa, serta memberikan edukasi tentang bahaya pinjaman online ilegal (pinjol) yang semakin marak.
Ratusan mahasiswa dari berbagai jurusan di Universitas Inaba tampak antusias mengikuti setiap sesi acara. Pada sesi tanya jawab, mahasiswa dengan aktif mengajukan berbagai pertanyaan terkait pengelolaan keuangan dan pinjaman online, menunjukkan ketertarikan yang besar terhadap topik ini.
Pengawas Perilaku PUJK, Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Provinsi Jawa Barat, Ambar Kartika mengungkapkan pentingnya pemberian literasi keuangan kepada mahasiswa.
Menurutnya, kelompok usia mahasiswa merupakan target yang sangat tepat untuk diberi pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan, karena mereka berada pada fase penting dalam membentuk kebiasaan finansial.

Ambar memaparkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2024, yang menunjukkan bahwa indeks literasi keuangan Indonesia baru mencapai 65,43%, sementara indeks inklusi keuangan sudah mencapai 75,02%. Meskipun lebih banyak orang yang mengakses layanan keuangan, pemahaman mereka tentang cara mengelola uang masih tergolong rendah. “Idealnya, indeks inklusi keuangan harus mencapai 90%, seiring dengan peningkatan literasi keuangan yang lebih baik,” ungkap Ambar.
Ambar juga mengingatkan para mahasiswa untuk selalu mengedepankan prinsip 2K (Kebutuhan dan Kemampuan) dalam mengelola keuangan. “Utang harus dibayar, jadi pastikan Anda meminjam uang hanya untuk kebutuhan yang benar-benar mendesak dan sesuai dengan kemampuan finansial,” jelasnya.
Mengomentari fenomena maraknya pinjaman online ilegal, Ambar menekankan pentingnya memilih pinjol yang terdaftar dan diawasi oleh OJK. "Pinjamlah hanya dari lembaga yang legal dan terdaftar di OJK. Jangan pernah meminjam untuk kebutuhan konsumtif atau gaya hidup," tambahnya.
Ketua Harian Satgas Antirentenir Kota Bandung, Saji Sonjaya menjelaskan bahwa banyaknya pinjaman online ilegal dipicu oleh faktor-faktor seperti kesenjangan ekonomi, kemiskinan, dan akses terbatas ke lembaga keuangan formal.
Dalam kesempatan ini, Saji memperkenalkan prinsip 2L&Camilan untuk membantu mahasiswa lebih berhati-hati dalam memilih pinjaman online.
Prinsip 2L&Camilan ini meliputi:
Legal: Pastikan lembaga pinjaman memiliki izin resmi dan terdaftar di OJK.
Logis: Pastikan bunga dan keuntungan yang ditawarkan masuk akal.
Camilan: Waspadai keamanan data pribadi Anda dengan memastikan bahwa aplikasi pinjol tidak meminta akses yang tidak wajar seperti kamera, mikrofon, atau lokasi.
Saji berharap para mahasiswa dapat menjadi agen perubahan dalam mengedukasi keluarga dan masyarakat tentang pentingnya literasi keuangan serta bahaya pinjaman online ilegal. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang pengelolaan keuangan, diharapkan generasi muda dapat menghindari jeratan utang yang merugikan.***
Editor : Ardi

