Kampus Menyambut Energi Masa Depan

KAMPUS tak lagi hanya mencetak lulusan. Perguruan tinggi juga diharapkan menjadi motor riset untuk mendukung kemandirian energi Indonesia.

Kampus Menyambut Energi Masa Depan
SIAPKAN SDM: Mendiktisaintek Brian Yuliarto menjawab pertanyaan wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (23/7). Dia menyampaikan, Presiden Prabowo Subianto meminta perguruan tinggi menyiapkan SDM dan riset untuk mendukung pengembangan biodiesel B50, B60, serta etanol.

Gejolak dunia tidak hanya terasa di ruang diplomasi atau pasar internasional. Ketika konflik berkepanjangan mengganggu pasokan energi global, dampaknya dapat menjalar hingga kebutuhan bahan bakar di dalam negeri.

Karena itu, pemerintah mulai menyiapkan langkah yang tidak hanya bertumpu pada kebijakan, tetapi juga pada ilmu pengetahuan dan inovasi.

Dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (23/7), Presiden Prabowo Subianto meminta perguruan tinggi mengambil peran lebih besar dalam memperkuat ketahanan energi nasional.

Kampus didorong menyiapkan sumber daya manusia sekaligus riset yang mampu mendukung pengembangan biodiesel B50, B60, hingga etanol sebagai energi alternatif.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengatakan arahan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah menghadapi kemungkinan gejolak global yang dapat memengaruhi sektor energi.

“Kita juga diminta memastikan SDM-SDM kita, riset-riset kita untuk B50, 60 dan selanjutnya kita diminta mendukung secara penuh SDM, termasuk juga etanol, sehingga ketahanan energi ini sangat krusial,” ujarnya seusai rapat.

Menurut Brian, penguatan ketahanan energi menjadi salah satu pokok pembahasan karena pemerintah ingin memastikan Indonesia memiliki kesiapan menghadapi perubahan situasi dunia yang sulit diprediksi.

Selain energi, rapat juga membahas pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih serta berbagai langkah untuk memperkuat kesiapan perguruan tinggi menghadapi tantangan global.

“Tadi kita diskusi banyak tentang koperasi kemudian juga hal-hal lainnya bagaimana kampus harus didorong harus disiapkan untuk terkait dengan kemungkinan gejolak global,” katanya.

Pandangan serupa disampaikan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Menurutnya, pemerintah terus memantau perkembangan konflik di Timur Tengah yang berpotensi mengganggu pasokan energi dunia dan memicu kenaikan harga minyak.

Karena itu, diversifikasi energi menjadi langkah penting agar Indonesia tidak terlalu bergantung pada bahan bakar fosil dari luar negeri. (gin)


Editor : Inilahkoran