Kandas di Tangan Fluminense, Inter Milan Pecah, Kapten Lautaro Martinez Usir Pemain Ini
Buntut kekalahan dalam laga Inter va Fluminense di Piala Dunia Antarklub membuat pemain Inter Milan terpecah. Betulkah ada perang antara Lautaro Martinez dan Hakan Calhanoglu?
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Buntut kekalahan dalam laga Inter va Fluminense di Piala Dunia Antarklub membuat pemain Inter Milan terpecah. Betulkah ada perang antara Lautaro Martinez dan Hakan Calhanoglu?
Lautaro Martinez terang-terangan mengkritik sikap rekan-rekannya setelah duel Inter vs Fluminense berakhir 0-2 dalam 16 Besar Piala Dunia Antarklub.
Lautaro Martinez dan kawan-kawan gagal mencetak sebiji gol pun dalam laga Inter vs Fluminense itu. Akibatnya, mereka harus pulang tanpa gelar.
Kegagalan itu yang membuat Lautaro Martinez kesal. Tanpa menyebut nama, sang kapten menegaskan siapapun yang tak ingin bertahan di klub, boleh pergi.
“Saya tidak ingin kalah. Sekarang saya ingin mengatakan satu hal: di sini Anda harus ingin bertahan. Apakah Anda mengerti? Karena di sini kami berjuang untuk tujuan,” tegasnya.
“Pesannya jelas: siapa pun yang ingin bertahan, bertahanlah. Siapa pun yang ingin pergi, pergilah,” tambahnya.
Lautaro Martinez menyebutkan Inter melakukan segalanya di Piala Dunia Antarklub. Tapi, dia mengaku melihat banyak hal yang tidak dia sukai.
“Saya kapten dan saya ingin tetap berada di puncak. Pesannya jelas. Siapa pun yang tidak ingin bertahan, selamat tinggal,” kata Lautaro, dalam sebuah wawancara dengan DAZN.
Pers Italia menduga kritikan pemain bernomor punggung 10 itu terutama ditujukan kepada gelandang Hakan Calhanoglu.
Pemain asal Turki itu terikat kontrak dengan Inter hingga 2027 dan tidak ikut serta dalam Piala Dunia Antarklub.
Direktur Olahraga Inter Milan, Beppe Marotta, meyakini komentar itu memang ditujukan kepada sang gelandang.
“Perkataan Lautaro Martinez sangat penting. Dia kapten dan dia menginginkan rasa memiliki. Saya selalu mengatakan bahwa ketika seorang pemain mengatakan ingin pergi, pintunya terbuka lebar,” ujarnya.
“Lautaro tidak mengatakan itu, tetapi saya katakan: ucapan itu ditujukan kepada Calhanoglu. Namun, kita tidak boleh menyalahkan Calhanoglu, kita akan berbicara dengannya. Jika ada syarat bagi kita untuk berpisah, kita akan melakukannya tanpa masalah,” katanya.
Dianggap sebagai salah satu favorit juara, Inter Milan menghadapi kesulitan di Piala Dunia Antarklub.
Sebagai anggota Grup E, tim ini mengawali perjalanannya di turnamen dengan hasil imbang tanpa gol melawan Monterrey. Di laga kedua, tim Italia itu mengalahkan Urawa Reds 2-1. Di laga terakhir, mereka mengalahkan River Plate 2-0 dengan dua gol setelah Martinez Quarta dikeluarkan dari lapangan. (*)
Editor : Zulfirman

