INILAH, Bandung-Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat Abdul Hadi Wijaya mengaku bingung dengan kebijakan Gubernur Ridwan Kamil terkait pembangunan Dilan's Corner. Menurut dia, urusan tersebut lebih pantas dilakukan oleh level wali kota daripada oleh seorang pemimpin provinsi.
Sebelumnya, pada Minggu (24/2) lalu, Gubernur Ridwan Kamil turut melangsungkan peletakan batu pertama Dilan's Corner di kawasan GOR Saparua, Kota Bandung. Di mana sarana publik tersebut dibuat untuk mendongkrak semangat literasi masyarakat.
"Terus terang saya itu bingung. Pantasnya itu urusan walikota yang namanya taman dan lain-lain. Enggak di level gubernur," ujar Abdul Hadi, Rabu (27/2/2019).
Menurut dia, urusan gubernur tentu saja lebih pada birokrasi di keprovinsian. Di mana meningkatkan sinergitas dengan kota dan kabupaten hal mutlak yang mesti dilakukan.Termasuk dalam hal penanganan kebencanaan.
Sebab, Hadi menemukan salah satu desa di Kabupaten Purwakarta, tepatnyà Kampung Cempaka Isna, Desa Margaluyu, Kecamatan Cipedes telah ditimpa bencana puting beliung pada 16 Februari 2019 lalu. Dan menurut data yang dia dapatkan, sampai saat ini belum ada sentuhan pemerintah dalam memberikan bantuan kepada warga. Sementara fenomena alam tersebut menimpa 25 rumah dan 3 tiga di antaranya rusak berat.
Hadi sampaikan, seharusnya hal yang lebih dipenting dilakukan oleh gubernur adalah mendorong pemda setempat untuk menindaklanjuti para korban ini. Di mana terhitung 11 hari sejak kejadian bencana belum mendapat bantuan dari pemerintah.
"Hingga sekarang (27/2), BPD setempat mengeluhkan bahwa belum ada sama sekali bantuan dari pemerintah," katanya.
Masalah lainnya, adalah terkait banjir di Kabupaten Bandung yang terjadi belakangan ini. Hal ini, kata dia, bisa menjadikan polemik di masyarakat, sebab menilai pemimpinnya lebih mementingkan proyek pembangunan yang kurang perlu.
"Sistem pemeritahan yang baru juga masih kacau balau. Selain itu, kita harus siap-siap pemilu juga yang kerawanannya bukan hal yang bisa diremehkan," katanya.
Karena itu, ke depan dia berharap Gubernur Ridwan Kamil bisa lebih bijak dalam memilih proyek pembangunan yang lebih penting untuk masyarakat. Dengan tidak menghamburkan energi pada proyek yang secara manfaat tidak terlalu besar. Menurut dia, ada cara lain untuk mendongkrak budaya literasi di Jabar, tidak melulu dengan melakukan pembangunan Dilan's Corner.
"Saya mohon ke depan Pak Gubenur bisa lebih bijak. Akhirnya kan yang terjadi seperti sekarang, polemik di mana-mana," pungkasnya.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan, Dilan's Corner akan menjadi sarana masyarakat untuk membahas segala jenis sastra. Termasuk mendiskusikannya, sebagai upaya medorong budaya literasi di Jawa Barat.
"Karena ini juga terinspirasi dari Dilan yang dikonversikan ke film. Mudah-mudahan film dilan dapat diikuti kesuksesan dari literasi, kira-kira begitu," ujar Ridwan Kamil di sela peletakan batu pertama Dilan's Corner, pada Minggu (24/2/2019) lalu.
Emil -sapaan Ridwan Kamil- memastikan, pembangunan Pojok Dilan yang merupakan proyek pemerintah ini akan tuntas di akhir tahun 2019 ini. Adapun yang akan disediakan di lokasi, yakni meja untuk baca buku termasuk perpustakaan. Diamana akan ada pula memorable Dilan.
"Di sana nanti ada bangunan isinya buku buku terpilih untuk dibaca literasi," imbuhnya.
Emil tambahkan, bukan tanpa alasan pihaknya mengagas Pojok Dilan, mengingat dalam setting cerita tersebut sangat kental nuansa Jabar. Selain itu, untuk versi layar lebarnya, Dilan ini mendapatkan apresiasi besar dari masyarakat.
Lebih lanjut, dia merasa harus mendorong budaya literasi, mengingat Indonesia masih berada pada rangking 60 dari 65 negara. Sementara untuk menjadi yang pandai, menulis dan membaca dinilai sangat penting.
"Kalau baca buku aja malas, makanya hoaksnya banyak. Supaya kita menjadi bangsa yang mendalami tulisan," ucapnya seraya mengatakan ingin kian memanfaatkan Taman Saparua.