Karhutla Jabar Tembus 441 Kejadian, 719 Hektare Lahan Terbakar
BPBD Jabar mencatat mencatat 441 kejadian karhutla, dengan luas lahan terbakar mencapai 719,03 hektare hingga Oktober 2026
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menghantui Jawa Barat, di tengah musim kemarau 2026.
Hingga 6 Oktober 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mencatat 441 kejadian karhutla, dengan luas lahan terbakar mencapai 719,03 hektare.
Pranata Humas BPBD Jawa Barat, Hadi Rahmat mengatakan, karhutla masih terjadi di sejumlah daerah. Bahkan, dalam sepekan terakhir BPBD Jabar menerima 11 laporan kejadian baru.
"Karhutla masih. Kalau kita menghitungnya seminggu terakhir ini, masih ada 11 laporan ya yang masuk," kata Hadi saat dihubungi INILAHKORAN.ID, Rabu (7/10/2026).
Hadi menuturkan, salah satu kejadian terbaru terjadi di Kabupaten Cirebon. Penanganan terhadap kebakaran tersebut bahkan masih dilakukan oleh petugas di lapangan pada saat ini.
"Kebakaran hutan dan lahan. Dan terakhir ini ada juga kejadian di Cirebon ya, masih penanganan," ujarnya.
Secara kumulatif, 441 kejadian karhutla tersebut tersebar di 299 desa/kelurahan dan 175 kecamatan di Jawa Barat. Kabupaten Sumedang menjadi daerah dengan jumlah kejadian karhutla tertinggi, yakni 75 kejadian. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Cianjur dengan 55 kejadian, Kabupaten Ciamis 46 kejadian, Kabupaten Subang 44 kejadian, dan Kabupaten Sukabumi 35 kejadian.
Selanjutnya, Kabupaten Bandung mencatat 30 kejadian, Kabupaten Majalengka 27 kejadian, Kabupaten Kuningan 22 kejadian, Kabupaten Purwakarta 20 kejadian, Kabupaten Garut 15 kejadian, Kabupaten Bogor 14 kejadian, dan Kabupaten Cirebon 13 kejadian.
Karhutla juga tercatat di Kota Sukabumi sebanyak 11 kejadian, Kabupaten Karawang 10 kejadian, Kabupaten Pangandaran sembilan kejadian, Kota Bandung lima kejadian, Kabupaten Bandung Barat empat kejadian, Kota Depok dua kejadian, Kota Cimahi dua kejadian, Kabupaten Tasikmalaya satu kejadian, serta Kabupaten Indramayu satu kejadian.
"Kalau total luas terdampak sih ada 719 hektar ya. Jumlah kejadiannya tuh ada 441 kejadian dan paling tinggi jumlah kejadian itu di Kabupaten Sumedang," ucap Hadi.
Dari sisi luas lahan terbakar, Sumedang juga menjadi wilayah dengan angka tertinggi, yakni mencapai 141,56 hektare.
Kabupaten Subang menyusul dengan luas lahan terbakar 98,13 hektare, Kabupaten Garut 87,85 hektare, Kabupaten Majalengka 77,94 hektare, Kabupaten Kuningan 72,23 hektare, dan Kabupaten Sukabumi 71,07 hektare.
Sementara itu, luas lahan terbakar di Kabupaten Ciamis mencapai 44,63 hektare, Kota Bandung 35,45 hektare, Kabupaten Cirebon 23,73 hektare, Kabupaten Pangandaran 21,07 hektare, Kabupaten Karawang 10,92 hektare, dan Kabupaten Bogor 9,95 hektare.
Adapun wilayah lainnya yang terdampak meliputi Kabupaten Bandung Barat 7,40 hektare, Kota Sukabumi 7,21 hektare, Kabupaten Tasikmalaya 5 hektare, Kabupaten Purwakarta 2,05 hektare, Kabupaten Bandung 1,58 hektare, Kabupaten Bekasi 1,05 hektare, Kota Depok 0,08 hektare, Kota Cimahi 0,08 hektare, serta Kabupaten Indramayu 0,05 hektare.
Dengan masih adanya laporan baru dalam sepekan terakhir, BPBD Jabar memastikan penanganan karhutla masih berlangsung. Kondisi tersebut menunjukkan ancaman kebakaran hutan dan lahan belum sepenuhnya berakhir, di penghujung musim kemarau saat ini.
Editor : Ahmad Sayuti

