87 Kebakaran Hanguskan 117 Hektare Lahan Selama 2026

Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jawa Barat terus meningkat, seiring musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah.

87 Kebakaran Hanguskan 117 Hektare Lahan Selama 2026
ilustrasi/net

INILAHKORAN.ID-Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di jawa barat terus meningkat, seiring musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah.

Hingga 10 Agustus 2026, tercatat 87 kejadian karhutla yang menghanguskan sedikitnya 117 hektare lahan di berbagai daerah.

data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) jawa barat menunjukkan, Kabupaten Sumedang menjadi wilayah dengan jumlah kejadian terbanyak sepanjang tahun ini, mencapai 15 kasus. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Majalengka dengan 10 kejadian, disusul Kabupaten Bandung sebanyak delapan kejadian.

Kabupaten Sukabumi mencatat tujuh kejadian karhutla. Sementara Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Cirebon masing-masing mengalami enam kejadian. Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Subang mencatat lima kejadian, sedangkan Kabupaten Kuningan mengalami empat kejadian.

Pranata Hubungan Masyarakat BPBD jawa barat, Hadi Rahmat mengatakan, kebakaran juga terjadi di sejumlah daerah lainnya. Kota Sukabumi, Kota Bandung, Kabupaten Karawang, Kabupaten Garut, dan Kabupaten Ciamis masing-masing mencatat tiga kejadian.

Selain itu, Kota Depok dan Kabupaten Pangandaran masing-masing mengalami dua kejadian. Adapun Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Bogor masing-masing mencatat satu kejadian karhutla.

"data kejadian di Agustus, sampai saat ini semua kejadian sudah tertangani dan sudah padam," ujar Hadi, Selasa (11/8/2026).

BPBD Jabar juga mencatat sedikitnya 96 titik sebaran terdampak karhutla yang tersebar di berbagai kecamatan. Meski frekuensi kebakaran cukup tinggi, seluruh kejadian hingga saat ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun warga yang hilang.

Tak hanya itu, tidak ada laporan warga yang harus mengungsi akibat kebakaran yang terjadi sepanjang tahun berjalan tersebut.

Menurut Hadi, sebagian besar kejadian berlangsung di wilayah yang memiliki hamparan lahan terbuka cukup luas dan kawasan yang rentan terbakar ketika memasuki periode kemarau panjang.

"BPBD Jabar terus memantau wilayah yang rawan karhutla, terutama di tengah kondisi kemarau yang membuat lahan lebih mudah terbakar," tandasnya.***


Editor : JakaPermana