Kasus HIV AIDS Meningkat Setiap Tahunnya, Dinkes Kota Cimahi: Laki-laki Paling Banyak

Terungkapnya 88 kasus baru HIV AIDS pada 2023 ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi, khususnya Dinas Kesehatan (Dinkes).

Kasus HIV AIDS Meningkat Setiap Tahunnya, Dinkes Kota Cimahi: Laki-laki Paling Banyak
Dinkes Kota Cimahi memastikan dari 88 kasus baru HIV AIDS tersebut didominasi kaum laki-laki. (ilustrasi)

INILAHKORAN, Cimahi - Terungkapnya 88 kasus baru HIV AIDS pada 2023 ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi, khususnya Dinas Kesehatan (Dinkes).

Terlebih, Dinkes Kota Cimahi memastikan dari 88 kasus baru HIV AIDS tersebut didominasi kaum laki-laki.

"Dilihat dari jenis kelamin dari 88 total temuan kasus, 73 di antaranya adalah laki-laki sedangkan 15 perempuan," kata Pemegang Program HIV AIDS dan IMS pada Dinas Kesehatan Kota Cimahi Mulyono, Kamis 20 Juli 2023.    

Sementara itu, sambung Mulyono, dari 38 kasus baru warga Cimahi 30 orang diantaranya laki-laki dan 8 orang perempuan.

"Hal ini menegaskan bahwa kasus HIV AIDS sebagian besar terjadi pada laki-laki," ujarnya.

Menurut Mulyono, jika dilihat dari populasinya, dari total 88 temuan kasus baru, sebanyak 41 kasus berasal dari populasi risiko tinggi atau populasi kunci. Yakni 39 Laki Seks Laki (LSL), 1 WPS, 1 Waria, sedangkan 47 kasus berasal dari populasi risiko rendah yakni heteroseksual yang mana 4 diantaranya adalah ibu hamil.

"Pada 38 warga Cimahi, 14 kasus berasal dari populasi risiko tinggi antara lain 13 LSL dan 1 waria, sedangkan 25 kasus berasal dari populasi risiko rendah yakni heteroseksual yang mana 3 di antaranya adalah ibu hamil," tuturnya.

Dengan temuan kasus baru tersebut, terang Mulyono, maka total komulatif kasus HIV AIDS yang terdata Dinkes Kota Cimahi dari tahun 2005 sampai dengan Mei 2023 mencapai 1.184 kasus.

"Artinya, dari akumulasi kasus tersebut, sebanyak 650 di antaranya adalah warga atau yang berdomisili di Kota Cimahi," ujarnya.

Dengan terus ditemukannya kasus baru HIV AIDS setiap tahunnya, sambung Mulyono, pihaknya mengimbau agar masyarakat menghindari penularannya. Seperti tidak melakukan seks bebas yang jadi sumber penularan terbanyak.

"Sekarang itu dominan dari prilaku seks bebas. Kalau dari penggunaan napza berkurang. Tahun ini semuanya kan dari transmisi seksual," bebernya.

Lebih kanjut Mulyono menjelaskan, penderita penyakit menular tersebut harus terdeteksi agar segera dilakukan penanganan. Kendati pada dasarnya HIV AIDS tidak bisa disembuhkan.

Menurutnya, penderita hanya diberikan obat sesuai resep dokter. Sebab, konsumsi obat tersebut dilakukan agar virusnya tidak semakin berkembang.

"Pada dasarnya kondisi mereka terlihat tidak masalah dan sehat. Memang terlihat sedikit berubah psisikisnya ketika mereka dinyatakan hasil reaktif atau positif," pungkasnya.*** (agus satia negara)


Editor : Doni Ramdhani