Kawal 12 Juta Suara Milenial untuk Prabowo-Gibran, RPGM Sasar Kantong Suara di Jawa Barat
Manuver dan pergerakan relawan pemenangan pasangan Capres-Cawapres Prabowo-Gibran kian masif dilakukan di berbagai wilayah di Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Manuver dan pergerakan relawan pemenangan pasangan capres-Cawapres Prabowo-Gibran kian masif dilakukan di berbagai wilayah di Indonesia.
Salah satunya seperti Rakyat Pro Gibran MilenialZ (RPGM) mulai menyasar kantong-kantong pemilih terbesar se-Indonesia, yakni Jawa Barat dengan titik kegiatan utama di Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Kegiatan yang mengusung tajuk 'RPGM Grebek Desa' ini menghadirkan ratusan relawan RPGM tingkat desa dari berbagai wilayah di Jawa Barat yang membahas sejumlah persoalan yang berkaitan dengan roda penggerak perekonomian nasional.
"Indonesia maju adalah Indonesia yang maju perdesaannya, pertaniannya, dan UMKM-nya. Ketiga hal tersebut merupakan roda-roda penggerak perekonomian nasional yang saling berkaitan dan jika salah satu roda mengalami gangguan, ekonomi nasional bisa berantakan," kata Ketua Umum RPGM Maulidan Isbar di kawasan Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat kepada wartawan.
Berdasarkan data BPS pada tahun 2022, jelas Lidan, dari sedikitnya 135 juta penduduk yang bekerja, hanya sekitar 30 persen atau kurang dari 41 juta penduduk yang bekerja di sektor pertanian.
"Jumlah petani dari tahun ke tahun terus mengalami penurunan. Ini terutama karena anak-anak muda yang merupakan penerus tongkat estafet, tidak banyak yang ingin menjadi petani. Menjadi petani itu dikesankan kolot dan sulit menjadi kaya," jelasnya.
Kendati demikian, ungkap Lidan, pihaknya bersyukur
lantaran Pemprov Jawa Barat memiliki program inovatif untuk mendorong generasi muda menjadi petani yang dikenal dengan program petani milenial.
"Program ini mendorong pertanian modern Jawa Barat yang mandiri, produktif dan berkelanjutan, dan sampai saat ini sudah berhasil mencetak sekitar 8 ribu petani milenial,” ungkapnya.
Lidan menegaskan, semestinya desa tidak berambisi menjadi kota. Sebab, pendapatan kota itu sebenarnya bersumber dari desa.
Hanya saja, desa memang dituntut untuk menyesuaikan perkembangan zaman, di antaranya dengan go digital.
Namun, Lidan pun mengingatkan bahwa Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah pengguna internet terbanyak di Indonesia.
“Yang menarik, dalam rangka semakin memperluas akses internet, Pemprov Jawa Barat juga punya program desa digital," imbuhnya.
Lidan menuturkan, program desa digital adalah sebuah program pemberdayaan masyarakat melalui penggunaan teknologi digital dan internet dengan misi besar untuk lebih mengembangkan potensi desa, pemasaran, layanan akses, dan informasi.
"Pada tahun 2023, program desa digital telah menargetkan 5.311 desa punya akses jaringan internet yang memadai,” tuturnya.
Tak hanya itu, sambung Lidan, Jawa Barat juga memiliki inovasi dalam rangka mengembangkan program UMKM Juara sebagai sarana mengidentifikasi kemudian memfasilitasi penguatan dan pengembangan produk UMKM.
"Bahkan, dalam lima tahun terakhir, program ini sudah berhasil membuat sekitar lima ribu dari sedikitnya 670 ribu UMKM di Jawa Barat, naik kelas dari usaha mikro ke usaha besar," bebernya.
Dalam kegiatan tersebut, Ketua Umum RPGM Maulidan Isbar juga mengukuhkan kepengurusan Majelis Kemenangan Daerah (MKD) dan Majelis Kemenangan Cabang (MKC) dari Kabupaten/Kota se-Jawa Barat.
Dalam kesempatan tersebut, Rizki Akbar Fatoni, tokoh muda Jawa Barat yang juga dikenal sebagai Ketua Umum Perhimpunan Anak Desa Indonesia (PADI), ditetapkan sebagai Ketua MKD Jawa Barat.
“Kita berharap, para relawan RPGM Jawa Barat di bawah kepemimpinan Kang Akbar, siap mengawal 12 juta suara milenial dan Gen Z, solid bersama-sama MKD lain di seluruh Indonesia. Dan Jawa Barat harus jadi kontributor utama,” tegasnya.*** (agus satia negara)
Editor : Ahmad Sayuti
