Kawal Demo, Pemprov Terjunkan Jabar Quick Respon
Kawasan Gedung Sate, Kota Bandung mencekam beberapa hari terakhir. Unjuk rasa yang dilakukan pelajar-mahasiwa berakhir dengan banyaknya korban hingga harus dilarikan ke Rumah Sakit.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung- Kawasan Gedung Sate, Kota Bandung mencekam beberapa hari terakhir. Unjuk rasa yang dilakukan pelajar-mahasiwa berakhir dengan banyaknya korban hingga harus dilarikan ke Rumah Sakit.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat turut bersikap untuk mengawal massa yang sedang memperjuangkan aspirasinya. Salah satunya dengan menerjunkan tim kesehatan dari Jabar Quick Respon (JQR).
"Tim kesehatan JQR sudah saya tugaskan. Menolong para mahasiswa yang butuh pertolongan," ujar Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (1/10/2019).
Bahkan, Emil -sapaan Ridwan Kamil- pun mengaku sedang menyiapkan surat untuk menyampaikan aspirasi para pengunjuk rasa kepada pihak legislatif. Dia memastikan, janji tersebut akan segera disampaikan.
"Iya janji akan menyampaikan. Saya menunggu ketua DPR (RI) sementara," katanya.
Secara pribadi Emil tak melarang Masyarkat Jabar turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasinya. Namun, dia ingin para pengunjukrasa menataati aturan yang telah ditentukan. Di antaranya, dia mengajak agar tidak terprovokasi oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.
"Saya kira negara melindungi hak berpendapat, hanya tadi negeri akan selamat kalau koreksi dari masyarakat itu sebuah hal baik dan taat aturan. Kita bangsa beradab menjungjung tinggi pertaruan dan hukum," katanya.
Sementara itu, Wakil Koordinator Operasional JQR Hari Brahma mengatakan pihaknya melibatkan 15 personil untuk turun ke area demonstrasi. Dalam hal ini bekoordibasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jabar dan Kota Bandung juga dengan Palang Merah Indonesia (PMI).
"Kira support tim kesehatan mengarahkan peserta aksi yang terluka ke petugas medis," ujar Hari.
Selain itu, pihaknya juga berupaya menenangkan peserta aksi agar tetap tenang dan fokus selama mengaspirasikan pendapatnya. Karena kericuhan dapat terjadi, dengan begitu dapat dengan sigap mencari tempat yang lebih aman untuk berlindung.
Saat mengawal aksi ini, bahkan ada dua anggota JQR yang mendapat luka ringan lantaran tertumpuk batu dan tergores di bagian lengan. Namun tak ada kendala lainnya yang dialami sebab sebagai besar personil sudah terbiasa berada di situasi darurat.
"Kalau gas air mata semua anggota kena juga cuma secara keseluruhan aman enggak ada luka berarti," ucapnya.
Adapun Kepala Dinkes Jabar Berli Hamdani Gelung Sakti mengatakan pihaknya merasa perlu siap siaga tanpa perlu menunggu penugasan untuk mendampingi peserta aksi. Hal tersebut merupakan bagian dari pelayanan publik.
"Kami berkoordinasi denggan Dinkes Kota Bandung dan Bidokes Polda Jabar," ujar Berli.
Adapun Publik Savety Center (PSC) 119, mengerahkan 15 personil dan 3 unit ambulan. Biodikes Polda Jabar empat personel kesehatan dan satu untuk ambulan. "Kalau PMI dua ambula dan 15 orang," pungkas Berli. (Rianto Nurdiansyah)
Editor : Bsafaat

