Kawin Silang Sapi Belgian Blue Makin Dekat
Kerjasama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat dengan Walonia State, Belgia di sektor peternakan kian mesra. Salah satunya terkait upaya mengawinkan sapi lokal dengan sapi Belgian Blue Cattle yang dikenal memiliki bobot besar.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung-Kerjasama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat dengan Walonia State, Belgia di sektor peternakan kian mesra. Salah satunya terkait upaya mengawinkan sapi lokal dengan sapi Belgian Blue Cattle yang dikenal memiliki bobot besar.
Untuk ketiga kalinya, Pemprov Jabar melakukan pendekatan dengan mengunjungi Belgia dalam rangka sister province. Terkahir, diwakilkan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jabar Koesmayadie Tatang Padmawinata pada 4 hingga 9 September ini.
"Kita ke sana kan dalam rangka transfer teknologi. Kita kekurangan daging (sapi), kemudian kita pacu dengan meningkatkan kelahiran. Tapi itu tidak cukup harus ada peningkatan genetik," ujar Koesmayadi, Rabu (18/9/2019).
Adapun mengawinkan sapi lokal dengan jenis Belgian Blue ini sebagai upaya untuk meningkatkan bobot lahir dan rata-rata pertumbuhan per-hari. Hanya saja, dia katakan, pihaknya bukan mengimpor embrio dari sapi Belgian Blue melainkan melakukan heterosis efek atau perubahan pada penampilan keturunan melalui persilangan alias blaster.
"Jadi tidak melakukan embrio transfer. Kita menyilangkan dengan sapi-sapi di kita," katanya.
Koesmayadi sampaikan, saat ini sudah ada beberapa pihak yang berhasil menyilangkan sapi lokal dan Belgian Blue, seperti di Balai Embrio Ternak Cipelang Bogor. Di mana menggunakan inseminasi buatan.
"Kemudian di Klaten yang sudah coba kerjasama dengan Gajah Mada university itu berhasil dengan sapi lokal. Kemudian di negara lain asia, juga Congo dan negara tropis di Afrika. Bahkan Brasil juga," paparnya.
Koesmayadie tidak merekomendasikan bilamana menghadirkan Belgian Blue di Jabar melalui embrio transfer. Mengingat, memiliki bobot kelahiran yang tinggi yakni di atas 65 kilo.
"Maka mereka mencesar. Jadi kalau Belgian Blue murni itu harus melakukan operasi cesar," katanya.
Terlebih, dia sampaikan, kekuatan seekor sapi untuk melahirkan melalui cesar hanya tiga kali. Sementara bilamana setelah tiga kali Cesar sapi tersebut harus diapkir.
"Kalau tiga sudah diapkir itu sayang. Karena sapi sapi kita bisa 6-7 kali beranak. Makanya saya tidak rekomendasi dengan embrio transfer," katanya.
Dengan inseminasi buatan atau kawin suntik, keturunan akan mewarisi genetik dari induk semang dan semen beku masing-masing 50 persen. Adapun untuk sapi lokal yang akan menjadi induk semang, lanjut dia, harus ada seleksi terutama untuk lebar panggul dari sapi tersebut.
"Yang terpenting jangan dikawinkan dengan sapi dara. Kalau sapi dara nanti bisa mengalami distosia atau kesulitan persalinan normal," katanya.
Yang menjadi catatan, Koesmayadie katakan, adalah mengenai pakan. Di mana untuk menghasilkan bobot yang sesuai diperlukan pakan yang memadai, salah satunya mengenai kandungan protein. Di mana faktor pakan, memiliki pengaruh sebanyak 70 pesen untuk mencapai bobot ideal.
Degan begitu, lanjut dia, pakan yang bermutu mutlak harus dipersiapkan "Tapi ketika saya tanya berapa food protein conten cuma 13 hingga 14 persen. Kita juga bisa buat pakan seperti itu," katanya.
Hanya saja, kata dia, permasalahan akan dialami oleh para petani untuk menyediakan pakan yang bermutu itu. Karena itu, pihaknya akan mengembangkan kawin silang sapi Belgian Blue dan sapi lokal ini di balai lebih dulu.
"Kalau di sana (Belgia) sendiri pakan memang bagus. Nah saya optimis karena ini selaras dengan program pemerintah pusat juga untuk perbaikan mutu genetik sapi kita," paparnya.
Lebih lanjut, Koemasyadie sampaikan, pihaknya juga telah mengundang pihak dari Belgia yang direncanakan akan datang ke Jabar pada awal Oktober nanti. Mereka akan melihat hasil ternak di Jabar yang akan dikerjasamakan melalui sister province.
"Realisasi kawin silang Belgian Blue ini nanti akan diketahui setelah kunjungan mereka," pungkasnya.
Sementara itu, Gubenur Jawa Barat Ridwan Kamil telah menawarkan sejumlah investasi kepada pemodal Belgia. Hal tersebut dia sampaikan usai menerima kunjungan Duta Besar Belgia untuk Republik Indonesia Stephane De Loecker di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (12/6/2019).
Yang paling dia titipkan, yaitu kerjasama di sektor peternakan terutama terkait sapi Belgian Blue. Hal ini akan menjadi harapan baru bagi swasembada daging sapi di Jawa Barat. terlebih, sapi Belgian Blue terkenal memiliki bobot yang besar.
"Belgian blue ini gede-gede, teknologinya kita akan fokuskan itu di jangka pendek," ujar dia.
Emil -sapaan Ridwan Kamil - mengatakan sejauh ini Jabar baru dapat mensuplai 30 persen daging sapi untuk kebutuhan konsumsi masyarakat. Sementara 70 persen lainnya harus mengimpor dari negara lain. Dengan kehadiran investor Belgia pada sektor peternakan ini menurut dia dapat mengantisipasi permasalahan tersebut.
"Tadi bagaimana (program) satu pasantren satu produk itu salah satu bisnisnya itu sapi . Tadi kan demand-nya kan tinggi sekali ini sedang akan kita titipkan di jangka pendek," ucapnya. (Rianto Nurdiansyah)
Editor : Bsafaat

