Kebakaran Dahsyat Landa Kampung Bahagia, 1000 Rumah Terdampak
Insiden kebakaran ini menyebabkan ribuan warga kehilangan tempat tinggal, dengan total korban terdampak mencapai 9.007 orang.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID- Peristiwa kebakaran besar melanda kawasan permukiman rumah terapung di Kampung Bahagia, Sandakan, Negeri Sabah, Malaysia, pada Minggu 20 April 2026 dini hari.
Insiden ini menyebabkan ribuan warga kehilangan tempat tinggal, dengan total korban terdampak mencapai 9.007 orang.
Menurut keterangan Kepala Kepolisian Distrik Sandakan, George Abd Rakman, laporan pertama diterima sekitar pukul 01.30 waktu setempat. Situasi kemudian berkembang cepat hingga kawasan tersebut ditetapkan sebagai daerah bencana pada pukul 04.00 pagi.
“Wilayah ini dihuni sekitar 1.200 rumah, dan hampir 1.000 rumah dilaporkan terdampak kebakaran,” ujarnya.
Fokus Evakuasi dan Penyaluran Bantuan
Pasca kejadian, aparat gabungan langsung bergerak melakukan pendataan korban serta mengatur proses evakuasi. Prioritas utama saat ini adalah memastikan kebutuhan dasar para korban terpenuhi, termasuk tempat tinggal sementara dan logistik.
Operasi penanganan bencana melibatkan berbagai instansi, di antaranya Jabatan Bomba dan Penyelamat Malaysia sebagai komando utama di lapangan, serta Angkatan Pertahanan Awam Malaysia yang turut membantu proses penyelamatan dan distribusi bantuan.
Di tengah beredarnya kabar di media sosial, pihak kepolisian menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada laporan korban meninggal dunia akibat kebakaran tersebut.
“Sejauh ini tidak ada korban jiwa. Kemungkinan hanya ada korban luka ringan saat warga berusaha menyelamatkan barang atau membantu orang lain,” tegas George.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang. Dugaan sementara belum dapat dipastikan mengingat kondisi lokasi yang padat dan mudah terbakar.
Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, turut menyampaikan keprihatinan atas musibah ini. Ia meminta agar keselamatan warga menjadi prioritas utama, disertai percepatan distribusi bantuan kepada para korban.
Instruksi tersebut menegaskan pentingnya respons cepat dalam menangani dampak kebakaran yang meluas di kawasan padat penduduk tersebut.
Editor : Firda Rachmawati

