Kebakaran Fasilitas Wall Climbing Unjani Cimahi, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta

Kebakaran fasilitas wall climbing Unjani Cimahi diduga dipicu percikan las yang mengenai terpal. Sebanyak 50 orang dievakuasi dan kerugian ditaksir Rp100 juta.

Kebakaran Fasilitas Wall Climbing Unjani Cimahi, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta
Kebakaran sempat melanda area fasilitas wall climbing di Kampus Unjani, Minggu (1/11/2026).

INILAHKORAN.ID – kebakaran melanda fasilitas wall climbing di lingkungan Kampus Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), Jalan Terusan Jenderal Sudirman, Kota Cimahi, Minggu (1/11/2026) siang. Insiden tersebut menyebabkan area sekitar 20 meter persegi terbakar dengan kerugian materiil ditaksir mencapai Rp100 juta.

Kepulan asap hitam pekat terlihat membubung tinggi dari kawasan kampus sekitar pukul 13.50 WIB. Asap tersebut tampak dari sejumlah titik di Kota Cimahi dan sempat memicu kekhawatiran warga.

Kepala Seksi Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi Aep Mulyana mengatakan, berdasarkan penyelidikan awal, kebakaran diduga bermula dari aktivitas pengelasan di bagian atas fasilitas wall climbing.

"Percikan panas dari lasan tanpa sengaja jatuh dan mengenai lembaran terpal yang tersimpan di area belakang bangunan tersebut," kata Aep dalam keterangannya.

Menurutnya, material terpal yang mudah terbakar membuat api dengan cepat membesar dan merambat ke area sekitarnya. Kebakaran baru disadari ketika asap mulai mengepul tebal.

"Luas area yang terbakar tercatat sekitar 20 meter persegi, di tengah kawasan kampus yang memiliki luas sekitar 20 hektare," sebutnya.

50 Orang Berhasil Dievakuasi

Petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Kota Cimahi menerima laporan resmi mengenai kejadian tersebut pada pukul 13.59 WIB.

Sebanyak dua unit mobil pancar dan satu unit kendaraan penyelamatan langsung dikerahkan ke lokasi. Sembilan personel diterjunkan untuk memadamkan api sekaligus melakukan evakuasi.

Aep mengungkapkan, tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sebanyak 50 orang yang berada di sekitar lokasi berhasil dievakuasi dengan selamat.

Meski tidak menimbulkan korban, kebakaran tersebut diperkirakan menyebabkan kerugian materiil mencapai Rp100 juta.

Aep mengingatkan para pelaku usaha dan pekerja konstruksi agar memastikan area kerja terbebas dari material yang mudah terbakar, terutama ketika melakukan pengelasan atau aktivitas lain yang menghasilkan panas tinggi.

"Penting bagi setiap pelaku usaha dan pekerja konstruksi untuk memastikan area kerja bebas dari bahan mudah terbakar," ungkapnya.

Ia menegaskan, kelalaian dalam penerapan keselamatan kerja dapat memicu kebakaran dan menimbulkan kerugian besar.

"Terutama saat melakukan pengelasan atau aktivitas yang menghasilkan panas tinggi. Satu kelalaian kecil bisa berakibat besar," ujarnya.


Editor : Ahmad Sayuti