Kebakaran Lahan di Garut Capai 335 Kejadian, Luas Terdampak 123,6 Hektare

Disdamkar Garut mencatat 335 kejadian kebakaran lahan sepanjang Januari hingga 4 Oktober 2026 dengan total luas lahan terbakar sekitar 123,6 hektare.

Kebakaran Lahan di Garut Capai 335 Kejadian, Luas Terdampak 123,6 Hektare
Disdamkar Garut mencatat 335 kejadian kebakaran lahan sepanjang Januari hingga 4 Oktober 2026 dengan total luas lahan terbakar sekitar 123,6 hektare.

INILAHKORAN.ID- Dinas Pemadam kebakaran (Disdamkar) Kabupaten Garut mencatat sebanyak 335 kejadian kebakaran lahan sepanjang Januari hingga 4 Oktober 2026.

Dari ratusan kejadian tersebut, total luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 123,6 hektare dan tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Garut.

"Sementara hingga 4 Oktober 2026, jumlahnya telah mencapai 335 kejadian kebakaran lahan," kata Kepala Disdamkar Kabupaten Garut, Usep Basuki Eko di Garut, Senin (5/10/2026).

Usep mengatakan, seluruh kejadian kebakaran lahan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

Menurutnya, kasus kebakaran lahan paling banyak terjadi saat musim kemarau. Pada Agustus 2026 tercatat sebanyak 122 kejadian, disusul September 107 kejadian dan Juli 81 kejadian.

Sementara hingga awal Oktober, kebakaran lahan masih dilaporkan terjadi meski hujan mulai turun di sejumlah wilayah Garut.

"Tetap ada, tapi tidak sebanyak saat tidak ada hujan, biasa sehari bisa sampai 10 kali, sekarang paling tinggi dua atau tiga kali," katanya.

Usep menyebut angka tersebut mengalami peningkatan signifikan dibandingkan 2025. Sepanjang tahun lalu, Disdamkar Garut mencatat hanya 21 kejadian kebakaran lahan.

"Data tersebut menunjukkan adanya peningkatan risiko kebakaran lahan yang sangat signifikan dan masih berpotensi bertambah hingga akhir tahun," katanya.

Total Kebakaran di Garut Capai 558 Kejadian

Secara keseluruhan, kejadian kebakaran lahan maupun non-lahan di Kabupaten Garut sepanjang 2026 telah mencapai 558 kasus hingga 4 Oktober.

Jumlah tersebut juga lebih tinggi dibandingkan total kejadian sepanjang 2025 yang tercatat sebanyak 225 kasus.

Namun, Usep mengingatkan perbandingan tersebut masih bersifat sementara karena pencatatan data 2026 baru berlangsung hingga 4 Oktober, sedangkan data 2025 merupakan akumulasi selama satu tahun penuh.

Untuk kebakaran non-lahan, kasus tertinggi sepanjang 2026 terjadi pada Juli dengan 35 kejadian. Selanjutnya Agustus sebanyak 29 kejadian dan Februari sebanyak 27 kejadian.

Usep menambahkan, peningkatan kasus kebakaran tersebut harus menjadi perhatian masyarakat. Kewaspadaan dan upaya pencegahan perlu ditingkatkan untuk mengurangi risiko kebakaran.

Disdamkar Garut, kata dia, terus melakukan kesiapsiagaan dalam menangani setiap kejadian sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan dan penanganan kebakaran.

"Kami terus memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan kebakaran," katanya.***


Editor : JakaPermana