Disparbud Garut Rekrut 15 Relawan Penyelamat Pantai, Antisipasi Kecelakaan Wisatawan
Disparbud Garut merekrut 15 relawan penyelamat pantai untuk mengantisipasi kecelakaan laut dan meningkatkan keselamatan wisatawan di destinasi pantai selatan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID– Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut menyiapkan pelatihan bagi relawan penyelamat pantai untuk mengantisipasi kecelakaan laut yang menimpa wisatawan. Langkah ini dilakukan guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengunjung di sejumlah destinasi Wisata Pantai selatan Garut.
Kepala Disparbud Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika, mengatakan pelatihan tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan sekaligus meminimalkan kejadian kecelakaan di kawasan pantai.
"Setidaknya kita bisa melakukan pencegahan sehingga bisa meminimalisir kejadian-kejadian yang selama ini sering terjadi di wilayah pantai di selatan," kata Beni di Garut, Selasa.
Menurutnya, penguatan tim penyelamat semakin diperlukan seiring berkembangnya sejumlah destinasi wisata pantai yang dikelola pemerintah desa. Beberapa di antaranya adalah Pantai Puncak Guha dan Pantai Karang Paranje.
Pertumbuhan destinasi wisata tersebut perlu diimbangi dengan kesiapan sarana dan prasarana keselamatan, termasuk keberadaan sukarelawan yang mampu membantu mencegah kecelakaan dan memberikan pertolongan awal kepada wisatawan.
Karena itu, Disparbud Garut mulai merekrut 15 relawan dari sejumlah titik untuk mendapatkan pelatihan keselamatan wisata pantai.
"Kemarin kita baru merekrut sekitar 15 orang dari beberapa titik, karena satu titik kita latih dua orang dulu, nanti dua orang ini yang mungkin nanti akan mengajak sukarelawan yang lain," katanya.
Relawan Pantai Garut Dilatih Balawista dan Tenaga Medis
Beni menjelaskan, para relawan akan mendapatkan pelatihan langsung dari petugas Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) yang telah memiliki sertifikat.
Materi pelatihan mencakup upaya pencegahan kecelakaan laut serta pengetahuan dasar untuk memberikan pertolongan kepada wisatawan yang mengalami insiden di kawasan pantai.
Selain itu, para relawan juga akan mendapatkan pembekalan dari petugas medis Dinas Kesehatan dan rumah sakit mengenai tata cara memberikan pertolongan pertama.
Dengan pelatihan tersebut, relawan diharapkan mampu membantu penanganan awal ketika terjadi keadaan darurat sebelum mendapatkan bantuan dari petugas penyelamat profesional.
"Selebihnya untuk pertolongan darurat di lapangan itu dilakukan secara mandiri oleh Balawista yang sudah tersertifikasi yang kita tunjuk," katanya.
Garut Miliki 17 Personel Balawista Bersertifikat
Saat ini, Kabupaten Garut tercatat memiliki 17 personel Balawista yang telah mengikuti pelatihan dan mengantongi sertifikat.
Keberadaan personel tersebut menjadi bagian penting dalam upaya menjaga keselamatan pengunjung, terutama di kawasan pantai selatan yang memiliki potensi bahaya seperti ombak besar dan arus laut.
Disparbud Garut berharap penambahan relawan dapat memperluas upaya pencegahan kecelakaan sekaligus memperkuat kesiapsiagaan di berbagai destinasi wisata pantai.
Salah satu risiko yang menjadi perhatian adalah wisatawan terseret ombak ketika berenang atau beraktivitas di laut.
"Tentu kita berharap dengan adanya sukarelawan Balawista ini untuk menjaga keselamatan para wisatawan ya," ujar Beni.
Melalui pelatihan dan penguatan personel tersebut, Disparbud Garut berharap pengelolaan wisata pantai dapat berjalan seiring dengan peningkatan standar keselamatan, sehingga wisatawan dapat berkunjung dengan lebih aman dan nyaman.***
Editor : JakaPermana

