INILAH, Depok - Komitmen jangka panjang bersimbiosis mutualisme antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan dunia industri menjadi syarat mutlak keberhasilan revitalisasi pendidikan vokasi yang sesuai dengan Inpres Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK.
Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Hamid Muhammad mengatakan, sejak diberlakukan inpres sudah ada sekitar 2.700an kerjasama riil yang terjalin antara SMK dan dunia industri.
Hamid menjelaskan, kerja sama riil itu ditandai dengan diterimanya siswa SMK dalam praktik kerja di dunia industri. Selain itu tersedia juga kesempatan magang industri bagi para guru SMK.
"Dan yang ketiga, industri dapat melakukan rekrutmen dari siswa kita yang terbaik, selama mengikuti praktik kerja di tempatnya," kata Hamid kepada awak media di sebab-sebab Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2019 di Depok, Jawa Barat, Rabu (13/02/2019).
Salah satu indikator menguatnya keterkaitan antara SMK dengan dunia industri ditandai dengan kebekerjaan lulusan SMK. Dirjen Dikdasmen mengungkapkan bahwa angka keterserapan lulusan SMK di dunia kerja terus meningkat.
"Jadi di 2014 itu, semua lulusan SMK yang direkrut DUDI sekitar 10,5 juta. Kemudian pada tahun 2018 kemarin meningkat menjadi 13,6 juta. Jadi selama kurun waktu lima tahun meningkat sebanyak 3,1 juta," ujar Hamid.
Di tempat yang sama, Wakil Direktur Politeknik Manufaktur ASTRA, Tonny Pongoh, mengatakan sekolah dan DUDI saling membutuhkan, sehingga kerja sama jangka panjang yang saling menguntungkan harus diciptakan.
"Dunia industri dan sekolah kejuruan itu pada dasarnya tertanam satu kesatuan, jadi sudah saatnya harus kembali ke khittah-nya," kata Tony.
Dia melanjutkan kerja sama yang paling mendasar adalah dunia industri menerima siswa SMK untuk magang. Dunia industri, kata Tonny, menyukai peserta magang yang telah memiliki dasar-dasar keterampilan yang memadai.
"Kami berharap siswa yang akan magang telah dibekali keterampilan dasar yang memadai, jangan benar-benar nol," tambah Tonny.
Tonny mengatakan pihaknya selalu terbuka bagi para siswa SMK untuk magang. Program magang di dunia usaha dan industri bertujuan mempraktikkan keterampilan dan pengetahuan ke dunia kerja yang nyata.
"Juga untuk memberikan pengalaman untuk merasakan budaya kerja di industri," ujar Tonny.