INILAHKORAN, Bandung - Ketua Penyelenggara Indonesia Apparel Production Expo (IAPE) 2024 Bryan Whildan Arsaha mengakui, keberpihakan
Pemerintah merupakan juru selamat industri tekstil yang kini sedang melesu.
Dukungan berupa regulasi dari
Pemerintah kata Bryan, diyakini dapat menyelamatkan industri tekstil dan produk tekstil (TPT). Baik untuk pasar luar negeri, maupun luar negeri.
Khususnya di dalam negeri, dimana dibanjirinya produk impor dan thrifting atau pakaian bekas, membuat industri TPT kalah pamor.
"Memang permasalahannya kompleks. Tapi bukan kemampuan di industrinya. Tapi harus ada aksi dari
Pemerintah, agar TPT naik lagi. Sepertinya ada sisi dari regulasi yang harus diperbaiki. Kalau kualitas dan kompetensi industri, kami optimis. Regulasi yang harus dibenahi," ujar Bryan di Bandung Convention Center (BCC), Kota Bandung, Rabu 6 November 2024.
Sebab lanjut dia, industri selalu berupaya mengaktualisasi diri untuk meningkatkan daya saing. Salah satunya melalui IAPE 2024, yang dilaksanakan dari 6-9 November 2024 di BCC Kota Bandung.
Dimana pameran yang ke 9 ini, selalu diramaikan dengan teknologi mesin dan produksi pakaian terkini, dari hulu hingga hilir.
Mulai dari bahan kain, mesin dan perlengkapan garmen, konveksi, sablon, digital printing, hingga lini-lini bisnis turunannya.
"IAPE mempertemukan para supplier dan distributor mesin dan teknologi di bisnis apparel dengan customer/pengunjung yang akan menggunakan dan mengaplikasikan teknologinya," tuturnya.
Owner More Media ini menambahkan, salah satu misi dari pameran IAPE 2024, adalah untuk meningkatkan kapasitas industri produksi pakaian dan turunannya secara nasional melalui event di berbagai kota.
Sehingga masyarakat akan mendapatkan informasi, mengenai proses-proses bisnis industri ataupun teknologi terkini, untuk menghasilkan produk berkualitas, memiliki kemampuan dalam pemenuhan kebutuhan dalam negeri, hingga berdaya saing di skala internasional dengan melakukan ekspor.
"10 tahun ini juga memberikan pembelajaran yang banyak, bawah pameran ini semakin matang dan merupakan sebuah pencapaian tersendiri, bahwa pameran ini menjadi pameran mesin dan industri produksi pakaian terbesar di kawasan Jawa Barat yang tetap eksis dan solid," ucapnya.
Total ada 28 supplier mesin pakaian yang hadir, menawarkan teknologi terkini dalam mendukung industri tekstil dalam negeri. Sekaligus menyempurnakan UMKM produksi pakaian, yang diakui Bryan sudah terbilang baik.
"UMKM kita sudah sangat bagus. Masih bisa bersaing dengan produk luar. Tapi tekstil, perlu didorong lebih dari
Pemerintah, karena skalanya ekspor," tandasnya.***