Kebijakan Pendidikan Trainee YG, JYP dan SM Disorot saat Idola Tinggalkan Sekolah
Banyak idola kini tinggalkan sekolah demi mengejar karier, kebijakan pendidikan JYP, YG dan SM jadi sorotan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Makin kesini banyak idola K-Pop yang debut di bawah umur dan masih menjalani sekolah bahkan memilih untuk berhenti sekolah demi karier mereka.
Diskusi hangat di komunitas online Korea, TheQoo, menarik perhatian setelah para pengguna membandingkan bagaimana perusahaan hiburan besar menangani pendidikan para trainee idola K-Pop mereka.
Menurut unggahan tersebut, JYP Entertainment dilaporkan menjadi satu-satunya agensi besar yang terus memantau secara ketat prestasi akademik para trainee.
Trainee yang gagal mempertahankan nilai yang memuaskan dapat dikenai sanksi berupa penangguhan pelatihan, dan jika prestasi akademik mereka tidak membaik dari waktu ke waktu, mereka dilaporkan dapat dikeluarkan dari program pelatihan.
kebijakan ini tidak mengharuskan peserta pelatihan untuk menjadi siswa berprestasi atau mencapai nilai yang luar biasa.
Sebaliknya, mereka diharapkan untuk mempertahankan tingkat prestasi akademik yang normal dan terus bersekolah selama pelatihan.
Diskusi tersebut membandingkan pendekatan JYP dengan praktik di agensi lain, khususnya YG Entertainment dan SM Entertainment, di mana banyak trainee dan idola secara historis meninggalkan sekolah di usia muda untuk fokus pada pelatihan dan persiapan debut.
Beberapa contoh dikutip dari YG Entertainment. Asa BABYMONSTER, dilaporkan mulai berlatih saat masih duduk di bangku sekolah dasar dan menyatakan bahwa dia hanya menyelesaikan taman kanak-kanak.
Lisa dan Jennie BLACKPINK juga disebutkan, dengan netizen mencatat bahwa keduanya tidak melanjutkan pendidikan ke sistem sekolah menengah atas standar Korea setelah bergabung dengan YG.
Mantan dan artis YG saat ini, seperti member iKON, juga disebut-sebut. Beberapa dilaporkan berhenti bersekolah selama SMP atau setelah lulus SMP untuk fokus sepenuhnya pada kehidupan sebagai trainee.
WINNER juga disebutkan sebagai grup yang mengalami budaya di mana para trainee sering memprioritaskan pelatihan daripada pendidikan.
SM Entertainment juga banyak dibicarakan. Banyak netizen menunjuk pada generasi idola yang lebih muda yang dilaporkan meninggalkan sekolah lebih awal saat mempersiapkan debut.
Contohnya termasuk member girl grup pendatang baru Hearts2Hearts, serta member NCT Dream dan aespa seperti Karina dan Winter, yang fokus pada pelatihan dan kegiatan hiburan daripada menyelesaikan pendidikan sekolah menengah atas tradisional.
Sebaliknya, artis-artis JYP disorot karena mampu menjaga keseimbangan antara studi dan jadwal pelatihan mereka.
Nayeon TWICE, Young K DAY6, Yeeun dan Hyerim dari Wonder Girls, Taecyeon 2PM, Jay B GOT7, Haewon NMIXX, dan member Xdinary Heroes semuanya disebut sebagai contoh idola yang melanjutkan pendidikan mereka sambil mengejar karier di dunia hiburan.
Diskusi tersebut memicu ribuan reaksi dari netizen Korea, banyak di antaranya memuji pendekatan JYP.
Beberapa komentator berpendapat bahwa menyelesaikan setidaknya sekolah menengah atas harus dianggap sebagai persyaratan minimum karena tidak setiap trainee akhirnya debut.
Yang lain menyatakan keprihatinan tentang para trainee yang meninggalkan sekolah di usia muda tetapi gagal meraih kesuksesan sebagai idola, mengatakan bahwa mereka mungkin menghadapi kesulitan di kemudian hari ketika mencoba kembali ke kehidupan biasa.
Beberapa pengguna mencatat bahwa sekolah tidak hanya menyediakan pendidikan akademis tetapi juga kesempatan untuk mengembangkan keterampilan sosial, pertumbuhan emosional, dan pengalaman hidup.
Beberapa komentator secara khusus mengkritik generasi trainee SM Entertainment baru-baru ini, mengklaim bahwa generasi idola sebelumnya biasanya menyelesaikan sekolah menengah seni atau pendidikan tinggi, sementara trainee yang lebih baru tampaknya lebih cenderung meninggalkan sekolah sebelum lulus.
Namun, tidak semua orang setuju dengan kritik tersebut. Beberapa berpendapat bahwa mengejar karier sebagai idola adalah keputusan pribadi yang dibuat dengan dukungan keluarga dan bahwa para trainee sering kali mendapatkan pengalaman dunia nyata yang berharga, keterampilan berbahasa, dan pelatihan profesional yang dapat membantu mereka di kemudian hari.
Yang lain mencatat bahwa industri hiburan menawarkan peluang yang mungkin sepadan dengan risikonya bagi mereka yang sepenuhnya berkomitmen pada impian mereka.
Perdebatan tersebut akhirnya memicu percakapan yang lebih luas tentang menyeimbangkan pendidikan dan karier di dunia hiburan, dengan banyak pengguna menyimpulkan bahwa agensi harus berbuat lebih banyak untuk melindungi masa depan para trainee, terutama mereka yang tidak pernah melakukan debut.
Seiring industri K-Pop terus merekrut talenta muda, diskusi tentang kesejahteraan trainee, pendidikan, dan keamanan karier jangka panjang tetap menjadi topik yang semakin penting di kalangan penggemar dan masyarakat umum.***
Editor : Irma Nurfajri

