Kejuaraan Tenis Tertua di Indonesia Masuk ke Edisi 63: Menjaga Napas Panjang Regenerasi Atlet Indonesia
Di tengah derasnya arus perubahan zaman, FIKS Tennis Open tetap berdiri dengan keyakinan yang sama. Memberi ruang bagi mimpi-mimpi muda di lapangan tenis.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Di tengah derasnya arus perubahan zaman, FIKS Tennis Open tetap berdiri dengan keyakinan yang sama. Memberi ruang bagi mimpi-mimpi muda di lapangan tenis.
Selama 63 tahun sudah kejuaraan ini bergulir, menjadikannya salah satu turnamen tenis junior tertua sekaligus paling konsisten dalam sejarah olahraga raket di Indonesia.
Edisi ke-63 yang digelar pada 14–20 Desember 2025 kembali menghadirkan denyut kehidupan khas tenis junior. Sekitar 500 petenis muda berkumpul di Bandung, membawa semangat, ambisi, dan harapan yang mungkin kelak berujung pada panggung internasional.
Mereka datang bukan hanya dari berbagai penjuru Tanah Air, tetapi juga dari luar negeri seperti Brunei Darussalam, Singapura, dan Malaysia. Sebuah penanda bahwa FIKS Tennis Open telah melampaui sekadar turnamen lokal.
Lapangan-lapangan tenis di Kota Bandung pun kembali menjadi saksi perjalanan para calon bintang. Dari Lapangan Indoor Secapa AD, Abadi Indoor, UPI Indoor dan Outdoor, ITB, hingga Bumi Sangkuriang, setiap sudut kota seakan bertransformasi menjadi arena perjuangan. Di sanalah peluh jatuh, raket beradu, dan mental juara ditempa sejak usia belia.
Bagi FIKS Tennis Open, kehadiran peserta internasional bukanlah tujuan akhir, melainkan bagian dari proses panjang membangun reputasi regional. Turnamen ini perlahan namun pasti menjelma menjadi panggung pertemuan talenta-talenta muda Asia Tenggara, sekaligus cermin perkembangan ekosistem tenis junior Indonesia.
Tournament Director FIKS Tennis Open, Meiske Wiguna, memandang usia enam dekade lebih turnamen ini sebagai simbol ketahanan dan dedikasi.
“Kejuaraan FIKS ini sudah sangat panjang perjalanannya, sudah ‘tua’. Harapannya tentu bisa terus berlanjut,” ujar Meiske di Lapangan Tennis Indoor Secapa AD, Jalan Hegarmanah, Kota Bandung.
Antusiasme peserta pun dinilai tetap tinggi, meski pelaksanaan tahun ini beririsan dengan agenda besar olahraga daerah seperti PORPROV. Kategori usia muda justru menunjukkan geliat paling kuat.
“U-8 putra itu banyak sekali. U-12, U-14, U-16 sampai U-18 putra juga ramai. Ini jadi sinyal bagus,” kata Meiske.
Total ada enam kategori usia 8, 10, 12, 14, 16, dan 18 tahun yang dipertandingkan untuk sektor putra dan putri, ditambah nomor ganda.
“Pesertanya berbagai macam, ada yang pribadi, ada yang dari klub,” tambah Meiske.
Dari sudut pandang organisasi induk, Pengurus Pusat Persatuan tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti), keberlangsungan FIKS Tennis Open menjadi kebanggaan tersendiri.
Yusuf Effendi, perwakilan PP Pelti, menilai turnamen semacam ini memegang peran vital dalam pembinaan atlet.
“PP Pelti sangat bangga. FIKS ini sudah lama sekali. Seperti Wijoyo di Surabaya, New Armada, atau di Semarang, turnamen-turnamen tua ini harus dilestarikan,” ujarnya.
Menurut Yusuf, keberadaan banyak turnamen adalah kunci menjaga motivasi atlet muda. Tanpa kompetisi, latihan yang rutin justru bisa menimbulkan kejenuhan.
“Kalau hanya latihan tanpa turnamen, anak-anak pasti bosan, akan jenuh, gitu ya. Jadi sekali lagi dari PP Pelti itu akan sangat bangga sekali ya,” katanya
Quirina Trea salah seorang peserta dari U-18 mengaku FIKS Tennis Open ini sudah menjadi kejuaraan yang ditunggu-tunggu.
“Aku sudah, mungkin ada empat atau lima kali ikutan FIKS ini dari U-12. Menurut Aku turnamen FIKS ini sangat tertata dengan rapi dengan semua peraturannya. Mereka tuh based on rules banget,” kata Quirina.
Editor : Doni Ramdhani

