5 Fakta Lois Boisson, Petenis Asal Prancis yang Cetak Sejarah Grand Slam

Hal ini merupakan sebuah prestasi luar biasa yang langka bahkan di dunia tenis profesional. Bahkan, nama Lois Boisson pun akhirnya menjadi sorotan.

5 Fakta Lois Boisson, Petenis Asal Prancis yang Cetak Sejarah Grand Slam

INILAHKORAN - Belum pernah ada Grand Slam yang seperti ini. Lois Boisson, petenis muda asal Prancis dengan peringkat dunia 361, membuat kejutan besar di French Open 2025 dengan melaju ke semifinal. 

Hal ini merupakan sebuah prestasi luar biasa yang langka bahkan di dunia tenis profesional. Bahkan, nama Lois Boisson pun akhirnya menjadi sorotan.

Berikut ini lima fakta Lois Boisson, petenis asal Prancis yang cetak sejarah Grand Slam.

1. Keajaiban dari Peringkat 361 Dunia
Pada Rabu, 4 Juni 2025, Lois Boisson berhasil menaklukkan unggulan keenam, Mirra Andreeva, dengan skor 7-6, 6-3. 

Ini adalah kekalahan mengejutkan kedua yang Boisson raih secara berturut-turut setelah menyingkirkan unggulan ketiga, Jessica Pegula, pada 2 Juni lalu.

Pencapaian Boisson sangat istimewa karena ini merupakan debut tunggal Grand Slam-nya. Sejak tahun 1980, hanya dua pemain lain yang mampu mencapai semifinal di turnamen besar pertama mereka: Monica Seles dan Jennifer Capriati.

2. Kisah Di Balik Karier Lois Boisson
Kisah Lois Boisson tidak hanya soal prestasi, tapi juga penuh warna. Awal tahun ini, di turnamen WTA level 250 di Rouen, Boisson menjadi bahan pembicaraan viral setelah lawannya, Harriet Dart, mengeluh soal bau tidak sedap. Respons santai Boisson yang mengedit foto dirinya dengan deodoran di bola tenis malah menambah simpati dan perhatian publik.

Sebelum French Open 2025, prestasi terbesar Boisson adalah memenangkan gelar WTA level 125 di Saint Malo, Prancis, dengan hadiah uang sebesar $13.040 sekitar Rp212 juta. Namun, total pendapatan Boisson di tahun ini sebelum turnamen hanyalah sekitar $21.100, angka yang jauh dari cukup untuk bertahan di level tertinggi tenis dunia.

3. Lonjakan Karier dan Hadiah Fantastis
Kini, berkat keberhasilannya melaju ke semifinal French Open, meskipun kalah, Boisson akan membawa pulang hadiah lebih dari $784.000 setara dengan sekitar Rp12.759.600.000dan melonjak ke peringkat 65 dunia. 

Ini membuka peluang besar baginya untuk otomatis lolos ke turnamen-turnamen besar selanjutnya, termasuk Wimbledon dan US Open, di mana hadiah babak pertama saja mencapai enam digit dolar.

4. Perjuangan dan Kebangkitan Setelah Cedera
Musim semi lalu, Lois Boisson mulai menunjukkan tanda-tanda bakat luar biasa dengan memenangkan 23 dari 24 pertandingan dan mencapai peringkat tertinggi kariernya, nomor 152 dunia. Sayangnya, cedera ACL pada lutut kirinya hampir membuatnya absen di Roland Garros tahun ini.

Setelah sembilan bulan rehabilitasi, Boisson kembali berkompetisi di level ITF dan kembali menorehkan hasil positif dengan menjuarai turnamen terakhirnya sebelum French Open. 

Meski lawan-lawannya relatif berperingkat lebih rendah, itu membuktikan kesiapan Boisson untuk kembali ke panggung besar.

5. Debut Spektakuler di Roland Garros
Awalnya, Boisson tidak banyak diperhitungkan saat pengundian turnamen. Namun, ia segera membuktikan kemampuannya dengan mengalahkan Elise Mertens (peringkat 24) di babak pertama dan menyingkirkan unggulan teratas hingga melaju ke semifinal. Menghadapi pemain top dunia dan tetap tampil percaya diri menjadi bukti besar potensi Boisson.


Editor : Firda Rachmawati