Kemenko PM Rumuskan Terobosan Transformasi Pemasaran UMKM, Rancang Program ‘1001 Pasar Malam
Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) menegaskan komitmennya mempercepat transformasi pemasaran usaha masyarakat melalui penyelenggaraan Forum Konsultasi Publik (FKP) yang digelar di Grand Asrilia, Kota Bandung, Jumat 21 November 2025.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) menegaskan komitmennya mempercepat transformasi pemasaran usaha masyarakat melalui penyelenggaraan Forum Konsultasi Publik (FKP) yang digelar di Grand Asrilia, Kota Bandung, Jumat 21 November 2025.
Langkah ini menjadi instrumen strategis, untuk memastikan kebijakan pemerintah benar-benar lahir dari aspirasi publik, bukan sekadar pendekatan teknokratis di atas kertas.
FKP melibatkan elemen pentahelix antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media untuk membedah akar persoalan pemasaran UMKM yang selama ini menjadi titik lemah perkembangan ekonomi rakyat.
Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM, Leontinus Alpha Edison menegaskan, pemerintah harus bergerak melampaui rutinitas birokratis.
“Sebagai penyelenggara negara, tugas kami bukan sekadar menjalankan fungsi teknokrasi, melainkan menemukan formulasi kebijakan yang benar-benar menjawab permasalahan riil masyarakat. Kami menyadari bahwa tantangan UMKM sangat kompleks, mulai dari problem mendasar seperti mindset wirausaha dan inovasi, serta masalah krusial dalam memperluas jangkauan pasar. Banyak UMKM kita yang belum mampu menembus batas-batas digital, apalagi bersaing di pasar ekspor, karena kurangnya literasi pemasaran modern dan dukungan ekosistem digital yang memadai," ujar Leon.
Menurutnya, pendekatan deliberatif dan partisipatif harus menjadi fondasi penyusunan peta jalan kebijakan yang berkelanjutan dan responsif terhadap tantangan lapangan.
Pemilihan Jawa Barat sebagai lokasi forum bukan tanpa alasan. Provinsi ini menyumbang 12,7 persen terhadap perekonomian nasional hingga November 2025 dan dianggap sebagai representasi paling kuat wajah UMKM, koperasi dan ekonomi kreatif Indonesia.
Dalam forum tersebut, Asisten Deputi Pemasaran Usaha Masyarakat, Abdul Muslim, memaparkan rencana program unggulan yang tengah dirancang Kemenko PM.
“Dari hasil diskusi dan analisis mendalam, kami melihat perlunya penyediaan kanal pemasaran yang lebih produktif dan mudah diakses. Oleh karena itu, Kemenko PM tengah merancang program ‘1001 Pasar Malam’. Program ini bertujuan memanfaatkan aset-aset pemerintah yang tidur atau belum optimal penggunaannya sebagai ruang promosi dan transaksi bagi UMKM,” jelas Muslim.
Ia menambahkan bahwa inisiatif tersebut selaras dengan PP No 7 Tahun 2021 Pasal 60, yang mewajibkan kementerian/lembaga, BUMN, BUMD, dan swasta menyediakan minimal 30 persen area komersial sebagai ruang promosi Usaha Mikro dan Kecil.
Kemenko PM optimistis, kebijakan berbasis aspirasi publik ini akan membuka kanal pemasaran yang lebih luas, memperkuat daya saing UMKM, menciptakan lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif. (Yuliantono)
Editor : Ahmad Sayuti

