Tahap Awal, Kemenko PM Targetkan 1.000 Siswa SMK Bekerja di Luar Negeri
Mimpi besar tengah dibangun Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM), dalam program SMK Go Global.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID- Mimpi besar tengah dibangun Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM), dalam program SMK Go Global.
Menko PM Muhaimin Iskandar menargetkan, setidaknya dalam tahun ini ada seribu siswa lulusan SMK yang dapat bekerja di luar negeri.
Target besarnya, dalam tiga tahun setidaknya ada satu juta lulusan SMK yang dapat dikirim ke luar negeri untuk bekerja, seiring dengan kompetensi yang telah dimiliki.
Peluang ini dinilai Cak Imin, sapaan Muhaimin Iskandar sangat terbuka lebar, mengingat hampir satu juta lapangan kerja di luar negeri yang belum terserap.
"Kalau sekarang mungkin hanya 200, 500 sampai seribu (lulusan SMK) tahun ini. Tahun depan kita akan dorong, 2-3 tahun satu juta," ujar Cak Imin usai membuka Workshop Kepala Sekolah SMK se-Jabar untuk program SMK Go Global di Kota Bandung, Senin 1 Desember 2025.
Dia melanjutkan, lebih dari 17 bidang yang dapat disasar lulusan SMK untuk bekerja di luar negeri, di mana kini menurutnya peluang kerjanya masih belum terserap maksimal.
"Mulai welder, hospitality, caregiver, kesehatan, kemudian supervisor, alat-alat teknologi," ucapnya.
Sebab itu dia berharap, dengan workhshop ini dapat menstimulus SMK menyiapkan lulusannya sebaik mungkin untuk merangsek pasar kerja luar negeri.
"Untuk bisa mengisi peluang-peluang yang sangat terbuka lebar bekerja di luar negeri. Hilirnya yang paling siap di bulan-bulan ini, bulan-bulan ke depan kita fasilitasi dan kita bantu untuk bekerja di luar negeri dengan penghasilan yang terbaik. Kita jaga. Termasuk prosedur dan prosesnya, informasi yang akurat," katanya.
Kurikulum SMK Go Global ini harus bertumpu pada vokasi, sebab dengan demikian kata dia, program ini bisa terakselerasi.
"Di sisi yang lain, ada anak-anak muda lulusan SMK yang tinggal meng-upgrade sedikit untuk bisa siap gerak di luar negeri," ujarnya.
Terlepas dari itu, Cak Imin juga tetap mengingatkan para lulusan agar tidak mudah terjebak oleh iming-iming bekerja di luar negeri tanpa sumber yang jelas.
Tidak hanya kompetensi, tetapi juga kewaspadaan melihat peluang kerja tetap diutamakan.
"Misalnya bekerja ke Kamboja. Itu harus super hati-hati dan tidak mudah ditipu, apalagi mungkin daftarnya melalui Facebook, melalui online yang tidak bertanggung jawab. Gunakan semua channel informasi terutama yang formal baik swasta maupun maupun P2MI," tandasnya.***
Editor : JakaPermana

