Kemenlu Imbau Masyarakat Jangan Mudah Tergiur Iming-iming Kerja di Luar Negeri
Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha mengatakan, total WNI di luar negeri yang tercatat mencapai 3.011.202 jiwa.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Sebanyak 1.138 Warga Negara Indonesia (WNI) baru saja dipulangkan, usai menjadi korban perdagangan manusia melalui online scam di Kamboja.
Tentunya ini sangat miris, mengingat tujuan mereka jauh-jauh merantau ke luar negeri tak lain demi meningkatkan taraf hidup lebih baik. Namun sayangnya, mimpi mereka sirna akibat ulah oknum tak bertanggungjawab. Demi menangguk untung, rela mengorbankan nasib orang lain.
Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha mengatakan, total WNI di luar negeri yang tercatat mencapai 3.011.202 jiwa. Sedang berdasarkan data dari Bank Dunia pada 2017 lalu, diperkirakan ada sembilan juta WNI yang tersebar di sejumlah negara.
Jumlah yang tidak terdata itu kata dia, berpotensi mendapat risiko lebih besar karena luput dari pengawasan pemerintah. Terlebih pada saat ini, jumlah kasus online scam dalam kurun waktu tiga tahun terakhir kian melonjak.
"Kami mencatat, dari Kementerian Luar Negeri bahwa jumlah kasus warga negara kita yang menjadi korban perusahaan online scam meningkat sangat tinggi.
Dari 2020 sampai Mei 2023 ada 2199 kasus yang terjadi di banyak negara Asia Tenggara," ujar Judha dalam bimbingan teknis (Bimtek) penanganan WNI di luar negeri, Rabu 7 Juni 2023 lalu.
Seiring dengan peningkatan kasus ini, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar jangan mudah tergiur dengan iming-iming bekerja di luar negeri tanpa prosedur yang jelas. Menawarkan pekerjaan dengan penghasilan yang besar tanpa kualifikasi khusus kata dia, sejatinya wajib dicurigai. Demikian pula dengan badan atau perorangan yang menjadi penyalur, dimana menurutnya harus diidentifikasi secara pasti akan kredibilitasnya.
"Dengan peningkatan kasus ini, tentu perlu melakukan penanganan. Terpenting melakukan pencegahan mengenai modus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang terjadi di online scam. Berangkat ke luar negeri tidak melalui visa kerja melainkan menggunakan bebas visa kunjungan wisata. Modus itu perlu diwaspadai. Oleh karena itu kami di Kemenlu bekerjasama dengan Pemprov Jawa Barat mengadakan bimbingan teknis untuk menangani berbagai macam kasus. Kita pastikan langkah penanganannya maupun pencegahan lengkap, dari hulu ke hilir," ucapnya.
Judha menambahkan, bekerja ke luar negeri adalah hak seluruh WNI. Namun kata dia, harus mengikuti prosedur yang jelas agar tidak mengalami masalah ketika sudah berada di luar negeri. Terlepas dari itu kata dia, bila ada masyarakat yang telah terjebak dari penipuan online scam, dapat melakukan pengaduan di layanan yang telah disiapkan Kemenlu.
"Kami ada hotline khusus pengaduan, ada juga situs peduliwni.kemlu.go.id atau bisa melalui aplikasi safe travel," tuturnya.
Selain itu, guna mencegah korban agar tidak terus bertambah. Pihaknya juga mendorong para korban dapat melapor oknum penyalur atau trafficker dan dia memastikan, Kemenlu siap mendampingi. Sehingga diharapkan penanganan kasus dapat berjalan lancar dan pencegahan bisa berjalan maksimal.
"Itu yang coba kita lakukan, bukan hanya selesaikan kasus. Namun akar masalahnya, trafficker. Jangan ragu melaporkan. Mereka tidak pernah memikirkan nasib orang yang diberangkatkan. Enggak usah takut, kita siap mendampingi dan kita punya LPSK," terangnya.
Sementara Kepala Bidang Penempatan Perluasan Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Barat Hendra Kusuma Sumantri mengatakan, pemerintah provinsi terus menggencarkan sosialisasi sebagai langkah mitigasi. Dia berharap, melalui kolaborasi bersama pemerintah pusat. Pencegahan TPPO dapat berjalan maksimal, terlebih jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jabar terbilang tinggi.
"Salah satunya sosialisasi yang kita lakukan di tahun ini, intensif dan itu juga kolaborasi dengan pemerintah pusat dalam hal ini kementerian, Direktorat Perlindungan WNI, kemudian BP2MI melalui UPT BP3MI Jawa Barat. Alhamdulillah ada sekitar 15 lokasi yang kita akan intensifkan untuk sosialisasi tersebut. In Syaa Allah minggu depan akan kita laksanakan di Majalengka dan tentunya terus menuju beberapa kantung yang sudah disebutkan," tutupnya. (Yuliantono)
Editor : Ahmad Sayuti

