Kemenparekraf dan Disparbud Jabar Akan Blusukan ke PelosoK Pedesaan, Ternyata Ini Agendanya

Kemenparekraf- Disparbud Jabar mulai tanggal 14 November 2021 akan blusukan ke wilayah pelosok pedesaan di Jawa Barat untuk kejar vaksinasi

Kemenparekraf dan Disparbud Jabar Akan Blusukan ke PelosoK Pedesaan, Ternyata Ini Agendanya
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat Dedi Taufik mengungkapkan Kemenpar dan Disparbud Jabar akan blusukan ke pelosok pedesaan.

INILAHKORAN,Bandung-Kemenparekraf dan Disparbud Jabar akan blusukan ke pelosok pedesaan. sejumlah daerah pun jadi sasaran mulai dari pelosok Subang, Cirebon, Indramayu, Garut, Tasik, Pangandaran, Kuningan, Majalengka dan wilayah terpencil lainnya.

Kemenparekraf dan Disparbud Jabar akan blusukan ke pelosok Jabar. Agendanya ternyata untuk menyisir masyarakat yang kesulitan mendapatkan vaksinasi.

Langkah Kemenparekraf dan Disparbud Jabar untuk blusukan ke wilayah pelosok pedesaan itu tak lain berupaya memaksimalkan vaksinasi guna tercapainya herd immunity.

Baca Juga: Pabrik Ceres di Dayeuhkolot Terbakar

Dalam blusukan tersebut, Kemenparekraf dan Disparbud Jabar menyiapkan tiga mobil yang akan berkeliling ke pelosok-pelosok pedesaan tersebut mulai 14 November 2021 mendatang.

Kepala Disparbud Jabar Dedi Taufik mengatakan, ketiga mobil vaksinasi ini memiliki rute yang berbeda.

Satu mobil akan bergerak dari Bandung menuju arah utara seperti Subang, Indramayu, dan Cirebon.

Baca Juga: Kalah dari DKI Jakarta, Jabar Duduki Peringkat Tiga Kejurnas Karate Piala Ketua Umum PB Forki 2021

Kemudian rute kedua masuk ke Jabar bagian Selatan seperti Garut, Tasik, dan Pangandaran. Kemudian mobil terakhir ke daerah yang ada di Jabar bagian tengah seperti Sumedang, Majalengka, hingga Kuningan.

"Sekarang vaksinasi Jabar sudah di atas 50 persen, tapi itu masih ada kurang karena target kita kan sampai 70 persen. Makanya ini ada tiga mobil vaksin yang akan membantu percepat vaksinasi," ujar Dedi Taufik.

Menurut Dedi Taufik, sangat penting mengenjot angka vaksinasi di pedesaan yang saat ini masih cukup rendah.

Baca Juga: Triwulan III 2021, NPL Bank Bjb Alami Penurunan di Tengah Pandemi Covid-19

Sulitnya akses masyarakat bepergian menuju tempat vaksinasi yang disediakan pemerintah daerah jadi persoalan.

Pihaknya berharap, dengan adanya mobil vaksin ini jumlah masyarakat desa yang mendapatkan vaksin kian meningkat. Dengan demikian kekebalan masyarakat (herd immunity) bisa didapat di Jabar.

"10 hari ini kendaraan dirancang untuk vaksinasi sampai 24 November nanti," ujar Dedi Taufik

Baca Juga: Harga Minyak Goreng Melambung, Disdagin Kota Bandung Sibuk Cari Produsen

Kecepatan vaksinasi harian di Jawa Barat (Jabar) masih belum mencapai target. Kecepatan yang seharusnya sudah mencapai 600 ribu dosis per hari, saat ini baru 345.247 dosis per hari.

Dewi Sartika, Ketua Harian Satgas Penanganan COVID-19 Jabar mengatakan, jumlah 600 ribu dosis per hari harus dikejar demi target vaksinasi pada akhir tahun 2021.

"Kami harus terus meningkatkan kecepatan sampai sekitar 600 ribu dosis per hari untuk mengejar herd immunity atau kekebalan komunal di akhir tahun ini," ujar Dewi, melalui keterangan resminya, Sabtu 30 Oktober 2021 lalu.

Baca Juga: Pemkot Bogor Geber Pengerjaan Proyek Alun-alun Kota Bogor

Ada sejumlah kendala dalam meningkatkan kecepatan vaksinasi COVID-19. Dewi bilang, salah satunya adalah ketersediaan vaksin dan sinkronisasi data penerima vaksinasi di lapangan.

"Kami harapkan vaksin itu selalu tersedia dan ada kesinambungan. Jadi begitu stok menipis, segera ada pasokan lagi dari pusat. Ini agak terkendala. Sinkronisasi data yang belum teroptimalisasi dengan baik. Ini kita upayakan terus," ucapnya.***(Rianto Nurdiansyah)


Editor : inilahkoran