Kementan Buka Museum Pertanian di Bogor

Kementerian Pertanian (Kementan) membuka Museum Pertanian Nasional Indonesia di Jalan Ir H Djuanda No 98, Kota Bogor. Pembukaan museum dihadiri Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim serta perwakilan duta besar negara-negara tetangga.

Kementan Buka Museum Pertanian di Bogor
Foto: INILAH/Rizki Mauludi

INILAH, Bogor – Kementerian Pertanian (Kementan) membuka Museum Pertanian Nasional Indonesia di Jalan Ir H Djuanda No 98, Kota Bogor. Pembukaan museum dihadiri Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim serta perwakilan duta besar negara-negara tetangga.

Sekretariat Jenderal (Setjen) Kementan Syukur Irwantoro mengatakan, pertanian telah berkembang sebelum negara Indonesia dibentuk, sebagai sumber kebutuhan pangan. Tidak bisa terpisahkan dari budaya masyarakat Indonesia.

"Sektor pertanian memainkan peran penting sebagai pemenuhan kebutuhan pangan jutaan masyarakat Indonesia," ungkap Syukur kepada wartawan, Senin (22/4/2019).

Syukur melanjutkan, pembukaan museum hari ini akan menjadi ikon museum tanah dan pertanian di Indonesia. Sejarah mencatat peran sektor masyarakat Indonesia bagi komunitas global adalah pemasok rempah terbesar seperti Pala, Cengkeh dan Lada yang diperdagangkan melalui jalur sutra.

"Pala dan cengkeh bernilai lebih tinggi dari emas saat itu. Jadi hal ini harus diketahui oleh masyarakat Indonesia, hal itu mengingatkan kita bahwa dahulu rempah berkontribusi besar bagi Indonesia karena penjualan rempah-rempah yang menjadi unggulan," tambahnya.

Syukur menjelaskan, dengan adanya museum ini mengingatkan bahwa Indonesia adalah eksportir gula terbesar didunia setelah negara Kuba. Saat itu menjadi eksportir gula terbesar, didukung 197 unit pabrik dengan 3 juta ton puncak produksinya.

"Ini mengingatkan kita, kalau gula dikelola dengan baik mengembalikan kejayaan sebagai eksportir gula terbesar di dunia. Kami berusaha menarik investor dan berhasil saat ini ada tiga unit pabrik gula beroperasi kemarin dengan total hingga 2020 sebanyak 17 pabrik gula beroperasi," jelasnya.

Salah satu pengunjung, guru pengajar taman Baca Desa Babakan, Dramaga, Kabupaten Bogor, Zauza Hawa Zahara mengatakan, museum pertanian ini sangat bagus sebagai destinasi study tour anak-anak sekolah, dirinya yang membawa siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) sangat mengapresiasi pembukaan museum pertanian.

"Anak-anak bisa mengetahui teknologi pertanian dari zaman dahulu hingga zaman modern seperti saat ini," ungkapnya.

Zauza melanjutkan, terlihat ada lumbung padi, ada alat-alat pertanian zaman dahulu. Jenis-jenis hasil pertanian juga diperlihatkan sehingga tidak hanya mengetahui makannya saja, tapi proses dan alat-alatnya yang digunakan.

"Walau dalam bentuk bukan asli, tetapi ini sangat baik untuk pengetahuan," pungkasnya. (Rizki Mauludi)


Editor : DeryFG