Kemerdekaan Indonesia Tak Sedikit Dibantu Masyarakat Tionghoa

Masyarakat Tionghoa yang masuk dalam etnis minoritas itu diketahui banyak berperan dan masuk sebagai pahlawan kemerdekaan.

Kemerdekaan Indonesia Tak Sedikit Dibantu Masyarakat Tionghoa
Hal itu diungkapkan Direktur Pengembangan dan Riset RSPAD Gatot Subroto Brigadir Jenderal TNI Jonny saat menjadi inspektur upacara dalam perayaan HUT ke-79 RI di SMA Citra Cemara. Tepatnya di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, belum lama ini. (istimewa)

INILAHKORAN, Bandung - Masyarakat Tionghoa yang masuk dalam etnis minoritas itu diketahui banyak berperan dan masuk sebagai pahlawan kemerdekaan.

Hal itu diungkapkan Direktur Pengembangan dan Riset RSPAD Gatot Subroto Brigadir Jenderal TNI Jonny saat menjadi inspektur upacara dalam perayaan HUT ke-79 RI di SMA Citra Cemara. Tepatnya di Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, belum lama ini.

"Kita lihat juga pada upacara kali ini banyak veteran perang yang berasal dari etnis Tionghoa. Ini bukti mereka juga berjuang untuk kemerdekaan Indonesia," ucap Jonny yang juga berdarah Indonesia Tionghoa.

Sementara itu, koordinator Bakti Sosial Masyarakat Tionghoa Peduli (MTP) Djoni Toat, menyatakan kegiatan 17 Agustusan ini merupakan kegiatan rutin tiap tahunnya. Bahkan sudah menginjak tahun ke-20.

"Setiap tahunnya kita rutin juga memberikan kadedeuh kepada para veteran dan masyarakat dengan jumlah 1.000-1.200 paket kadedeuh. Sementara acara ini diselenggarakan di sekolah-sekolah swasta secara bergantian," katanya.

Menurut Djoni pada upacara kali ini ada perbedaan dengan upacara-upacara pada biasanya. Ini karena baik inspektur upacara maupun paskibraka berasal dari etnis Tionghoa.

Oleh karena itu Djoni berharap di ulang tahun ke-79 ini maka Indonesia semakin maju. Meski saat ini diskriminasi sudah tidak ada. "Hanya saja kita juga membutuhkan kepastian hukum yang jelas," katanya.

Hal senada dikatakan Koordinator Kegiatan MTP Herman Widjaja, menurut Herman kita harus berterima kasih kepada para veteran. Termasuk para keluarga pejuang karena tanpa mereka Bangsa Indonesia tidak bisa mendapatkan hari ini.

"Saya apresiasi juga para siswa di sekolah-sekolah yang ikut berpartisipasi dalam upacara ini. Semoga bisa meningkatkan rasa nasionalisme mereka untuk mencintai Indonesia," katanya.

Pada kesempatan tersebut hadir pula semua pemuka agama yang ada di Indonesia. Baik Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha dan Kong Hu Cu bersatu bersama dalam satu nama Indonesia.

Selain itu hadir pula perwakilan dari Menwa Mahawarman, FKPPI, PPM, beserta sejumlah siswa-siswi SMP dan SMA swasta di Kota Bandung. 


Editor : Doni Ramdhani