Kenapa Kawasaki Tidak Membuat Skutik? Begini Faktanya

Persaingan industri sepeda motor di Indonesia saat ini didominasi oleh skuter matik (Skutik). Lalu, kenapa Kawasaki tidak membuat Skutik?

Kenapa Kawasaki Tidak Membuat Skutik? Begini Faktanya
Persaingan industri sepeda motor di Indonesia saat ini didominasi oleh Skutik. Lalu, kenapa Kawasaki tidak membuat Skutik. (dok Kawasaki UK)

INILAHKORAN, Bandung - Persaingan industri sepeda motor di Indonesia saat ini didominasi oleh skuter matik (Skutik). Lalu, kenapa Kawasaki tidak membuat Skutik?

Padahal seperti diketahui bersama, Kawasaki mampu merajai segmen sepeda motor sport dengan Kawasaki Ninja-nya yang fenomenal.

Namun faktanya, dilansir INILAHKORAN dari kanal YouTube Automotive Info, Kawasaki sudah punya Skutik loh, yaitu Kawasaki J Series, yakni J125 dan J300.

Kawasaki J300 merupakan Skutik pertama Kawasaki setelah bekerjasama dengan Kymco. Sepeda motor ini pertama kali diperkenalkan sekitar tahun 2013 lalu, dengan dibekali 299 cc SOHC 4 valve.

Kawasaki J300 merupakan perubahan dari Kymco Downtown 300i, yang dirombak atas permintaan Kawasaki.

Maka tidak heran jika desain depannya sangat mirip dengan Kawasaki Ninja, namun di bagian mesin dan kaki-kaki menggunakan kepunyaan dari Kymco.

Kymco sendiri merupakan pabrikan sepeda motor asal Taiwan yang secara kualitas terkait skuter matik sudah terjamin.

Jadi, tidak ada salahnya kalau Kawasaki memutuskan untuk bekerjasama dengan Kymco, terlebih Kymco sendiri sudah sangat mahir membuat Skutik.

Hal tersebut terlihat dari beberapa produk Kymco yang merupakan skuter matik. Mulai dari kapasitas mesin kecil hingga kapasitas mesin besar.

Setelah Kawasaki J300, Kawasaki juga memperkenalkan J125 yang memiliki desain serupa namun memiliki mesin yang lebih kecil yaitu 125 cc.

Namun sayangnya, Kawasaki J Series tersebut tidak masuk di pasaran Indonesia.

Sementara itu, kenapa Kawasaki tidak membuat Skutik sendiri?Seorang prodak planing Kawasaki, Tsuyoshi Shibata pernah mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan riset kepada konsumen.

"Kami telah melakukan riset ke konsumen, dan mereka yang membeli produk seperti Kymco Downtown merasa puas dan senang," katanya.

"Kymco punya keahlian yang baik dalam hal skuter, sementara kami tidak memilikinya," tambah Shibata.

"Pengeluaran yang super masif bakal dibutuhkan untuk memasuki segmen skuter matik. Untuk pengeluaran partnership dengan Kymco ini, kami bisa membuat harganya lebih kompetitif," papar dia.

Intinya Kawasaki tidak mau mengeluarkan uang banyak untuk membuat rencana produksi skutik baru, dan memilih untuk me-rebreanding dari pabrikan yang sudah berpengalaman dari Skutik yaitu Kymco.*** (ridwan firdaus)


Editor : Doni Ramdhani