Kepemimpinan Ridwan Kamil, Tidak Ada Lagi Desa Tertinggal di Jabar

Di masa kepemimpinan Gubernur Ridwan Kamil,  tidak ada lagi desa tertinggal di Provinsi Jawa Barat. Bahkan selama Ridwan Kamil menjabat Gubernur Jabar, total desa mandiri meningkat signifikan dari 37 menjadi 1.130 desa.

Kepemimpinan Ridwan Kamil, Tidak Ada Lagi Desa Tertinggal di Jabar
Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat Gebyar Desa 2022 di Desa Kertarahayu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Senin (15/8/2022).

INILAHKORAN, Bandung-Di masa kepemimpinan Gubernur Ridwan Kamil,  tidak ada lagi desa tertinggal di Provinsi Jawa Barat. Bahkan selama Ridwan Kamil menjabat Gubernur Jabar, total desa mandiri meningkat signifikan dari 37 menjadi 1.130 desa.

Ridwan Kamil mengatakan, desa di Jabar kini banyak yang semakin juara. Di awal kepemimpinannya ada 929 desa berstatus tertinggal.

"Desa di Jabar sudah makin juara dari 929 desa tertinggal setelah saya menjabat jadi nol. desa mandiri juga selama tiga tahun yang awalnya 37 desa sekarang 1.130 desa," ujar Ridwan Kamil, Senin 15 Agustus 2022. 

Diketahui, desa mandiri adalah desa yang memiliki kemampuan melaksanakan pembangunan desa secara mandiri untuk menyejahterakan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya. Ridwan berharap, lompatan desa mandiri di Jabar menginspirasi desa lainnya.

Dia yakin masa depan ada di desa syaratnya adalah menguasai digital.

"Desa yang melompat ini supaya menginspirasi karena saya yakin masa depan itu adalah di desa, asal kuasai digital. Maka tinggal di desa, rezeki kota, bisnis pun mendunia," katanya. 

Diketahui, Ridwan baru saja menyerahkan empat unit Maskara atau mobil aspirasi kampung juara kepada empat desa di Kabupaten Bekasi yang naik kelas menjadi desa mandiri.Mobil serbaguna Maskara diserahkan kepada kepala desa Karangasin, Karangsatria, Sukadamai dan Setiadarma bersamaan dengan Gebyar Desa 2022 di Desa Kertarahayu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Senin (15/8/2022).

Dengan demikian status desa mandiri di Kabupaten Bekasi bertambah 30 desa dan tidak ada lagi desa tertinggal. Indeks Desa Membangun (IDM) Kabupaten Bekasi pun meningkat dari urutan 15 ke urutan 9.

"Yang naik kelas saya kasih mobil serbaguna Maskara yang tentunya memotivasi agar desanya makin mandiri," ucapnya. 

Gebyar Desa 2022 sendiri digelar untuk melihat sejauh mana inovasi dan kemajuan desa sesuai karakteristiknya. Pemda Provinsi Jabar juga terus mengintervensi lewat berbagai kebijakan yang menjangkau desa. Seperti yang Kang Emil lakukan saat Gebyar Desa di Kabupaten Bekasi, ia mengunjungi lima desa untuk memotivasi dan melihat kemajuan desa.

"Tadi lima desa saya datangi ingin melihat kemajuan yg sudah dilaksanakan desa sekaligus membangkitkan lagi semangat dan ekonomi desa," katanya. 




Editor : Ahmad Sayuti