Kerap Bikin Resah, Emak-emak Desa Cipada Protes Adanya Warung yang Jual Beli Miras 

Maraknya peredaran minuman keras (miras) dan narkotika di Desa Cipada, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB) membuat warga setempat geram.

Kerap Bikin Resah, Emak-emak Desa Cipada Protes Adanya Warung yang Jual Beli Miras 
warga yang mayoritas emak-emak melakukan aksi protes dengan membawa poster tuntutan dan baliho penolakan di halaman Kantor Desa Cipada Kabupaten Bandung Barat. /Agus Satia Negara

INILAHKORAN, Ngamprah - Maraknya peredaran minuman keras (Miras) dan Narkotika di Desa Cipada, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB) membuat warga setempat geram.

Alhasil, warga yang mayoritas emak-emak melakukan aksi protes dengan membawa poster tuntutan dan baliho penolakan di halaman Kantor Desa Cipada lantaran adanya warung di wilayah mereka yang diduga menjual miras dan narkotika.

Bahkan, aksi protes yang terjadi pada 14 November 2023 itu pun sempat viral di media sosial.

Menanggapi hal itu, Kapolsek Cikalongwetan, AKP Nurmawan mengatakan, aksi unjuk rasa yang dilakukan puluhan masyarakat Desa Cipada itu merupakan aksi protes warga yang resah lantaran adanya praktik jual beli miras dan obat-obatan terlarang di wilayah mereka.

"Video yang viral (kemarin) itu merupakan aksi warga ramai-ramai memprotes adanya warung yang menjual miras dan obat-obatan terlarang," ungkapnya saat dihubungi Rabu, 15 November 2023.

Sebelumnya, jelas Nurmawan, penjual miras dan narkotika tersebut sempat digeruduk oleh warga. Namun penjual tak mengindahkan keinginan warga, dan memilih kembali beroperasi.

"Puncaknya itu karena kejadian Jumat malam kemarin, jadi banyak anak-anak muda dan orang asing datang ke situ beli miras dan obat terlarang. Kemudian sempat warga bereaksi, ramai sampai sekarang," jelasnya.

Tak hanya itu, ungkap Nurmawan, polisi juga sebelumnya sempat memberikan peringatan agar pemilik warung menutup praktik jual beli miras sesuai permintaan warga.

Kendati demikian, hal itu tak berselang lama dan warung itu buka dengan cara kucing-kucingan dengan polisi, sehingga kembali meresahkan warga.

"Jadi kami juga kaget, ternyata masih buka. Padahal sudah pernah kita minta supaya tidak berjualan. Sempat tutup, tapi beberapa hari kemudian ternyata buka lagi," terangnya. *** (agus satia negara)


Editor : JakaPermana