Kerap Dianggap Menjijikan, Warga Cibabat dapat Cuan dari Budidaya Maggot

Bagi sebagian orang sampah merupakan barang yang menjijikan, tapi tidak bagi Dewi. Sebab, ditangan Koordinator Unit Pengolahan Sampah RW 25, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi itu keberadaan sampah khususnya organik bisa menjadi pakan utama untuk meraup cuan dari larva atau maggot dari lalat Black Soldier Fly (BSF) atau lalat tentara hitam ini.

Kerap Dianggap Menjijikan, Warga Cibabat dapat Cuan dari Budidaya Maggot
Bahkan, menurutnya ada banyak keuntungan yang bisa didapat masyarakat tatkala membudidayakan maggot ini. (agus satia negara)

INILAHKORAN, Cimahi - Bagi sebagian orang sampah merupakan barang yang menjijikan, tapi tidak bagi Dewi. Sebab, ditangan Koordinator Unit Pengolahan sampah RW 25, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi itu keberadaan sampah khususnya organik bisa menjadi pakan utama untuk meraup cuan dari larva atau maggot dari lalat Black Soldier Fly (BSF) atau lalat tentara hitam ini.

Bahkan, menurutnya ada banyak keuntungan yang bisa didapat masyarakat tatkala membudidayakan maggot ini.

"Jadi ada tiga keuntungan yang bisa dirasakan jika kita memelihara maggot," kata Dewi baru-baru ini.

Pertama, sebut Dewi, maggot bisa mengurai sampah organik dalam waktu 24 jam. Kedua maggot untuk pengganti pakan baik unggas, ikan, dan lain sebagainya. 

"Ketiga, maggot menghasilkan kasgot (bekas maggot) yang bisa dimanfaatkan untuk pupuk,” sebutnya.

Dewi menjelaskan, kasgot sendiri merupakan sisa pencernaan larva maggot yang dapat digunakan sebagai pupuk organik. 

Menurutnya, kasgot memiliki berbagai manfaat, seperti untuk kesuburan, meningkatkan pertumbuhan tanaman dan efisien karena bisa diolah secara mandiri.

"Alhamdulillah budidaya maggot di RW 25 Kelurahan Cibabat saat ini sudah 100 persen mengolah sampah organik dengan maggot," tuturnya.

"Jumlahnya pun cukup besar, satu hari kami bisa kasih pakan 10-20 kilogram sampah organik untuk maggot. Pakan sampah organik ini bisa dihabiskan maggot dalam waktu 24 jam," terangnya.

Pihaknya, sebut Dewi, mendapat pasokan sampah organik dari warga sekitar yang sudah kerjasama dengannya. 

Dewi mengaku, pihaknya mengajak seluruh masyarakat untuk melakukan budidaya maggot, agar persoalan sampah khususnya sampah organik dapat terselesaikan.

"Jika bukan kita, siapa lagi yang akan peduli. sampah rumah tangga, seharusnya bisa diselesaikan bersama," ujarnya.

"Dengan berbagai keuntungan, mudah-mudahan semakin banyak masyarakat yang tertarik untuk budidaya maggot," sambungnya.


Editor : Doni Ramdhani