Keren, 332 Pelaku Usaha Kota Bogor Terima NIE dari BPOM
Sejumlah pelaku usaha Kota Bogor secara simbolis menerima Nomor Izin Edar (NIE) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Bogor. Total sebanyak 332 NIE telah diserahkan, yang terdiri dari 300 untuk pangan olahan dan 32 untuk obat alam.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Sejumlah pelaku usaha Kota Bogor secara simbolis menerima Nomor Izin Edar (NIE) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Bogor. Total sebanyak 332 NIE telah diserahkan, yang terdiri dari 300 untuk pangan olahan dan 32 untuk obat alam.
Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menuturkan, selamat atas terbitnya NIE kepada para pelaku usaha Kota Bogor. Pencapaian ini merupakan langkah luar biasa dan menjadi momentum penting untuk mengembangkan produk dan memperluas pemasaran.
"Ini menjadi momentum untuk lebih dalam mencari peluang ekspor sehingga pemasarannya jadi lebih luas lagi. Dengan adanya NIE yang dikantongi para pelaku usaha Kota Bogor, para konsumen akan merasa lebih aman dan tenang," ungkap Dedie kepada wartawan pada Selasa 10 Juni 2025.
Dedie mengusulkan adanya satu kegiatan khusus yang memamerkan produk-produk lokal, dengan menghadirkan calon pembeli maupun konsumen.
"Ya, harapannya, peluang usaha semakin terbuka luas," terangnya.
Sementara itu, Kepala Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Bogor Jeffeta Pradeko Putra menjelaskan penyerahan NIE ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-543. Ada total 332 izin edar yang diberikan untuk produk pangan olahan dan obat alam.
"Ya, terdapat banyak potensi pelaku usaha di Kota Bogor yang dapat di-branding dan dimaksimalkan," ungkap Jeffeta.
Jeffeta memaparkan, keberadaan NIE sangat penting tidak hanya untuk legalitas, tetapi juga untuk menjaga mutu, manfaat produk dan membuka akses pemasaran yang lebih luas. Selain itu, NIE juga mendukung pembiayaan dan perlindungan usaha.
"Ini menjadi bukti nyata sinergi dalam mendukung produk lokal agar bisa bersaing di dunia internasional," paparnya.
Jeffeta membeberkan, penyerahan NIE juga dimaksudkan sebagai motivasi dan bagian dari pembinaan bagi pelaku usaha, sekaligus untuk melihat aspek-aspek yang bisa ditingkatkan dalam rangka memberikan layanan terbaik bagi masyarakat, khususnya para pelaku usaha di Kota Bogor. Ia menyebut, target khusus dari penerbitan NIE antara lain adalah mendorong pembinaan yang berdampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja, menurunkan angka kemiskinan serta meningkatkan penerimaan pajak.
"Bagi pelaku usaha lain yang ingin mendapatkan NIE, Jeffeta mengimbau untuk datang langsung ke BPOM di Bogor, atau menghubungi melalui akun media sosial resmi mereka," bebernya.
Jeffeta menerangkan, kedepan, pelaku usaha yang telah memiliki NIE akan dibina lebih lanjut melalui kolaborasi antara BPOM Wilayah Bogor dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Selain itu, evaluasi akan terus dilakukan terhadap kekurangan yang ada. Untuk produk yang telah diekspor, akan dilakukan proses listing agar daya saingnya secara global bisa dipertahankan, bahkan ditingkatkan.
"Strategi lain adalah menjalin kolaborasi dengan akademisi agar inovasi yang ada dapat dihilirisasi ke pelaku usaha lainnya," pungkasnya.
Editor : Doni Ramdhani

