BPOM Jamin Proses Pemeliharaan dan Pengisian Galon Bermerek Penuhi Standar Industri

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar menjamin setiap galon guna ulang yang beredar di tengah masyarakat aman dipakai untuk konsumsi. 

BPOM Jamin Proses Pemeliharaan dan Pengisian Galon Bermerek Penuhi Standar Industri
Barisan galon guna ulang AMDK yang dijajakan pedagang di tokonya. BPOM memastikan galon-galon guna ulang tersebut sudah terstandar SNI dan mendapatkan pengawasan otoritas secara berkala guna menjamin kesehatan dan kebersihannya. (istimewa)

INILAHKORAN.ID - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar menjamin setiap galon guna ulang yang beredar di tengah masyarakat aman dipakai untuk konsumsi. 

Menurutnya, galon-galon guna ulang tersebut sudah terstandar SNI dan mendapatkan pengawasan otoritas secara berkala guna menjamin kesehatan dan kebersihannya.

"Ya tentu aman, yang sudah (tersertifikasi) BPOM sudah pasti aman. Karena kan salah satu persyaratan Badan POM mengeluarkan kalau dia sudah punya SNI. Jadi semua kemasan yang ber-SNI itu aman," kata Taruna dalam keterangan esmi yang diterima INILAHKORAN.ID, Sabtu (25/7/2026).

Dia memastikan jaminan keamanan tersebut tidak hanya datang dari label SNI yang ada di galon tetapi juga pengawasan ketat BPOM terhadap peredaran kemasan pangan tersebut. Untuk itu, BPOM memeriksa seluruh proses produksi hingga sertifikasi produk, pabrik, dan kemasan.

"Jadi kita tidak sekadar administratif tapi kita ada data empirisnya, jadi kalau sudah ada data Badan POM, aman," tambahnya.

Taruna menegaskan, setiap 0roses pemeliharaan dan pengisian air dengan kemasan guna ulang, pada AMDK bermerek, itu umumnya melalui proses yang panjang dan memenuhi standar industri yang dikeluarkan Kemenperin dan Badan Standar Nasional (BSN). 

Pada umumnya, pabrik air minum dalam kemasan (AMDK) internasional memiliki standar yang lebih tinggi untuk menjaga kebersihan galon agar kemasan yang dipakai tetap steril dan bersih sebelum diisi ulang. 

Tahapannya mulai inspeksi kondisi fisik wadah, pencucian dan sterilisasi bagian dalam maupun luar galon, pengisian air minum melalui sistem filtrasi, hingga pengecekan ulang dan penyegelan untuk memastikan air tetap higienis saat sampai di tangan konsumen. 

Untuk pembersihan bagian dalam, galon dibilas dengan air murni bertekanan tinggi untuk memastikan tidak ada residu zat pembersih yang tertinggal, kemudian disterilkan menggunakan desinfektan khusus (seperti ozon) untuk memastikan kuman atau bakteri dari pemakaian sebelumnya mati. 

Semua proses tersebut dilakukan dengan mesin, secara otomatis, tertutup dan tanpa sentuhan tangan manusia. 

Selain itu, hal penting lainnya yakni secara berkala pemerintah melakukan inspeksi berkala untuk memastikan kepatuhan dan kesesuaian seluruh proses produksi pengisian galon di pabrik pabrik AMDK bermerek.

Meski demikian, Taruna menuturkan masyarakat juga perlu tahu bagaimana cara memperlakukan galon guna ulang dengan baik dan benar agar kualitas kemasan pangan tidak rusak sehingga menimbulkan cemaran zat kimia ke dalam air.

Konsumen pun diminta untuk tidak membanting atau menyikat dengan keras. AMDK dalam galon juga harus disimpan di tempat yang tidak kena panas matahari langsung guna mencegah potensi migrasi senyawa tertentu ke dalam air.


Editor : Doni Ramdhani