Keren... Balai Kota Bandung Manfaatkan Sampah Organik Jadi Kompos dan Pakan Ternak

Balai Kota Bandung memaksimalkan pemanfaatan sampah organik, untuk mendukung keberlanjutan lingkungan dan pemeliharaan taman. Koordinator Taman Balai Kota Bandung, Boyke Maulana menjelaskan, sampah organik dari sisa makanan dan daun diolah secara khusus.

Keren... Balai Kota Bandung Manfaatkan Sampah Organik Jadi Kompos dan Pakan Ternak
Balai Kota Bandung memaksimalkan pemanfaatan sampah organik, untuk mendukung keberlanjutan lingkungan dan pemeliharaan taman. Koordinator Taman Balai Kota Bandung, Boyke Maulana menjelaskan, sampah organik dari sisa makanan dan daun diolah secara khusus.

INILAHKORAN.ID - Balai Kota Bandung memaksimalkan pemanfaatan sampah organik, untuk mendukung keberlanjutan lingkungan dan pemeliharaan taman. Koordinator Taman Balai Kota Bandung, Boyke Maulana menjelaskan, sampah organik dari sisa makanan dan daun diolah secara khusus.

"Kalau organik, jadi ada sampah-sampah yang bekas makanan. Makanan itu yang biasanya kalau ibu-ibu kantor itu pesen go-food. Nah, kita masukkan sampah-sampah organiknya itu bisa ke loseda atau lodong sesadapur," kata Boyke Maulana, Rabu 10 Desember 2025.

Menurut ia, proses pengolahan dilakukan dengan membuat loseda dari paralon berukuran kurang lebih 4 inci. Sampah organik dimasukkan ke dalamnya dan ditempatkan di dekat tanaman produktif. "Nanti kurang lebih 3 sampai 4 hari, kita masukkan ke situ dan mereka sudah menjadi kompos," ucapnya.

Selain sisa makanan, daun-daun dari pohon di area Balai Kota Bandung juga diolah menjadi kompos. "Jadi daun yang dihasilkan dari pohon-pohon di area Balai Kota ini, kita tarik ke eco recycle center. Di situ kita olah. Pengolahannya kita cacah dulu. Setelah dicacah kita beri M4, ditutup selama kurang lebih satu minggu. Minggu keduanya kita buka, itu sudah jadi kompos," ujar dia.

Boyke menyebut, hasil kompos kemudian digunakan untuk seluruh taman di Balai Kota Bandung. Bahkan, beberapa instansi lain pernah meminta kompos ini. "Pernah dari salah satu polsek, terus dinas tertentu sama satu kelurahan. Dia pernah minta ke kita, dan kita berikan kurang lebih satu mobil pickup," jelasnya.

Selain untuk pemeliharaan taman, sisa makanan yang masih layak juga dimanfaatkan sebagai pakan ternak. "Kami di sini punya sendiri untuk pakan ternak, dan sisa makanan layak pakai yang kami olah, itu sifatnya hanya penambahan nutrisi saja. Dan dengan pemanfaatan sampah organik ini, kami tidak hanya mengurangi limbah. Tetapi juga mendukung program ramah lingkungan dan keberlanjutan," tandas dia.***


Editor : JakaPermana