Ketersediaan Stok Komoditas Pokok di Kota Bandung Dipastikan Aman, Hadapi Nataru
Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa menuturkan, ketersediaan komoditas pokok seperti beras, bawang, cabai, tomat, ayam dan daging di Kota Bandung terbilang aman, khususnya dalam menghadapi libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Badan pangan Nasional (Bapanas) bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Jawa Barat, serta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung meninjau ketersediaan komoditas pokok dan stabilitas harga di Pasar Kosambi dan Pasar Sederhana, Kota Bandung, Jumat 15 November 2024.
Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa menuturkan, ketersediaan komoditas pokok seperti beras, bawang, cabai, tomat, ayam dan daging di Kota Bandung terbilang aman, khususnya dalam menghadapi libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.
"Secara pasokan, stok bagus sekali. Beras penuh dan lain sebagainya. Memang ada beberapa (kenaikan), cabai agak naik tapi masih sesuai dengan harga acuan yang kita tetapkan," ujar Ketut.
Kenaikan yang masih terbilang wajar ini sambung dia, setidaknya dapat memberi angin segar kepada para petani. Dimana saat panen raya lalu, harganya cukup anjlok.
"Beberapa waktu lalu bawang rendah sekali, kasihan petanu kita. Nah sekarang harganya sudah lumayan relatif bagus," ucapnya.
Soal perbedaan harga antara Pasar Kosambi dan Pasar Sederhana, Astawa mengungkapkan rata-rata tidak ada perbedaan signifikan.
"Ada yang disini (Pasar Sederhana) lebih murah, disana lebih tinggi (Pasar Kosambi). Disana lebih murah, disini agak lebih tinggi. Tapi relatif segmentasinya berbeda, sehingga dalam prinsip ini bagus masyarakat bisa memilih," imbuhnya.
Plt Kepala DKPP Jabar Siti Rochani menambahkan, dari hasil evaluasi dua pasar tersebut masih terbilang wajar untuk dari segi harga. Demikian pula dari ketersediaan, yang menurutnya cukup hingga penghujung 2024.
"Alhamdulillah dua pasar ini kita evaluasi, harga masih wajar. Ketersediaannya Alhamdulillah semuanya juga banyak," kata Hani.
Sehingga lanjut Hani, ketersediaan komoditas pokok di Kota Bandung khususnya, jelang Nataru 2025 terbilang aman.
"In syaa Allah. Contoh di tukang daging barusan, jadi hanya ada kenaikan saat puasa dan lebaran saja. Lainnya itu normal. In Syaa Allah semua ketersediaan kita cukup," sambungnya.
Sedangkan untuk kota/kabupaten lain, Hani mengaku akan melakukan tambal sulam bila ditemukan kelangkaan atau kekurangan stok.
Dimana ketersediaannya akan diisi dari kota/kabupaten, yang memiliki ketersediaan melimpah untuk memenuhi kebutuhan daerah yang kosong.
Terlebih kota/kabupaten memiliki enumerator, yang melakukan pengecekan setiap hari dalam memantau ketersediaan dan harga di pasar. Sehingga ketika terjadi kekurangan, akan langsung diketahui dan ditindaklanjuti.
"Nanti di subsidi oleh yang kelebihan. Tambal sulam," tuturnya.
Sementara pedagang komoditas pokok Pasar Sederhana, Ana Yayu Sri Rahayu (20) mengungkapkan bahwa hingga kini ketersediaan sudah dipastikan aman dari pemasok.
Namun diakuinya terjadi kenaikan untuk beberapa komoditas, seperti tomat dan bawang merah. Tomat yang awalnya sekitar Rp8 ribu kini di angka Rp15 ribu perkilo.
Demikian pula bawang merah, yang sebelumnya Rp30 ribu sekarang menjadi Rp45 ribu perkilo.
"Faktor hujan. Bawang merah kan dari Brebes, kalau hujan disana itu cepat banjirnya. Kalau tomat, penyebabnya panen lama. Biasanya 3-4 hari panen, sekarang 5-6 hari. Semenjak hujan dua mingguan ini. Kalau lainnya stabil semua," papar Ayu.
Sedangkan terkait potensi kelangkaan dan kenaikan harga jelang Nataru 2025, Ayu mengatakan hal tersebut jarang terjadi. Kecenderungannya kata dia, seperti hari normal.
"Enggak terlalu ngaruh. Aman. Paling pas mau lebaran, itu pasti. H-7 biasanya barang ada yang kosong," tandasnya.
Editor : Ahmad Sayuti

