DKPP Jabar Pastikan Komoditas Pokok Relatif Aman pada Lebaran 2024
Kepala Bidang (Kabid) Ketersediaan dan Distribusi Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Jawa Barat Nenny Fasyaini memastikan, komoditas pokok aman di Lebaran 2024.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Kepala Bidang (Kabid) Ketersediaan dan Distribusi Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Jawa Barat Nenny Fasyaini memastikan, komoditas pokok aman di Lebaran 2024.
Nenny mengatakan, ketersediaan jelang hari besar keagamaan nasional (HKBN) sudah diperkirakan sebelumnya berdasarkan prognosa yang dilakukan DKPP Jabar. Sehingga sejumlah skema telah disiapkan, bila terjadi defisit pada komoditas tertentu guna meredam kenaikan harga.
Maka dari itu, dipastikan komoditas aman. Walaupun diprediksi akan ada dinamika kenaikan harga jelang lebaran, yang diakuinya akibat mekanisme pasar supply and demand.
"Bawang merah, bawang putih, beras, cabai, ayam, sapi, gula, telur, In Syaa Allah aman. Tidak mengalami kekurangan. Jelang HKBN, karena ada permintaan yang tinggi harga jadi naik, tapi tidak drastis," ujar Nenny dalam Bewara Jawa Barat (BEJA) bertajuk Mudik Nyaman di Jabar 'Kesiapan transportasi, infrastruktur, bahan pokok dan stabikitas ekonomi menjelang Idul Fitri 1445 Hijriah di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa 2 April 2024.
Sedangkan terkait beras, Nenny memastikan ketersediaannya sudah kembali aman, setelah sempat terganggu akibat bergesernya musim tanam dampak el nino. Kini seiring dengan memasuki musim panen, lalu adanya suplai beras SPHP dari Bulog, bantuan pangan Bapanas untuk cadangan pangan, ketersediaan stok diakuinya kembali pulih.
"Harga juga sudah ada sedikit kenaikan beras mulai menurun, meski tidak besar," ucapnya.
Sementara Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat Bambang Pramono mengatakan, dari sisi angka inflasi Jabar masih terkendali. Walaupun diakuinya tetap harus diwaspadai.
"Inflasi masih dalam koridor target kita. Namun tetap waspada, karena angka sudah mendekati batas atas di 3,48 persen secara tahunan (yoy). Bulanan 0,51 persen dari Januari-Maret melandai, itu tidak lepas dari kolaborasi bersama," imbuhnya.
Guna mengendalikan inflasi lanjut Bambang, daya beli masyarakat harus terus dijaga. Salah satunya melalui upaya pemerintah lewat bantuan sosial, operasi pasar dan gelar pasar murah.
"Terkait HBKN, kita tahu budaya masyarakat kita yang menambah permintaan kadang menumpuk. Kita imbau pada masyarakat, silakan belanja tapi yang bijak. Pedagang juga bijak, tanpa ambil kesempatan. Ambil untuk sewajarnya," tandasnya. (yuliantono)
Editor : Doni Ramdhani

