Ketika Dominasi Jadi Tak Berarti
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
MANCHESTER City harus pulang dari Villa Park dengan kepala tertunduk. Sempat bangkit setelah tertinggal lebih dulu, The Citizens justru kembali terpukul oleh serangan cepat Aston Villa.
Bagi Enzo Maresca, kekalahan ini menjadi pengingat bahwa dominasi permainan saja tak cukup untuk menjamin kemenangan.
Man City takluk 1-2 saat bertandang ke markas Aston Villa pada Sabtu (24/10) malam WIB dalam lanjutan Liga Inggris. Hasil ini terasa menyakitkan karena pasukan Maresca sebenarnya mampu menguasai jalannya pertandingan dan menciptakan sejumlah peluang untuk membawa pulang poin.
Petaka datang lebih awal.
Baru enam menit pertandingan berjalan, Nicolas Jackson sudah membobol gawang Man City dan membuat tim tamu harus mengejar ketertinggalan.
Man City tak tinggal diam.
Erling Haaland akhirnya menyamakan kedudukan pada menit ke-52, membangkitkan harapan bahwa mereka bisa membalikkan keadaan. Namun, kegembiraan itu tak bertahan lama.
Delapan menit berselang, Jackson kembali menghukum pertahanan Man City.
Melalui serangan cepat, ia melepaskan sepakan keras yang gagal dihentikan Gianluigi Donnarumma. Gol tersebut menjadi penentu kemenangan Villa sekaligus memupus harapan Man City untuk membawa pulang hasil positif.
Yang membuat kekalahan ini semakin mengecewakan adalah statistik pertandingan. Man City menguasai 63 persen bola dan melepaskan tujuh tembakan tepat sasaran. Namun, semua dominasi itu tak cukup untuk mengatasi efektivitas Villa, yang mampu mencetak dua gol hanya dari dua tembakan tepat sasaran.
Di balik hasil pahit tersebut, Maresca menyoroti dua persoalan utama: penyelesaian akhir yang belum maksimal dan hilangnya kendali pada momen transisi yang berujung gol lawan.
Faktor keberuntungan juga, menurutnya, turut memengaruhi hasil pertandingan.
“Pertandingan yang bagus, penampilan yang bagus.
Sayangnya kami kalah. Saya rasa kami mengerahkan cukup upaya untuk mendapatkan hasil lebih. Kami belajar dari sini dan beranjak,” kata Maresca, dikutip dari BBC.
Maresca mengakui Man City sempat kesulitan membaca permainan Villa pada awal laga.
Tuan rumah tampil dengan pendekatan berbeda dari perkiraan, memaksa timnya melakukan penyesuaian sebelum akhirnya mampu mengambil alih kendali.
“Kami kesulitan di 10-15 menit pertama karena kami memperkirakan mereka akan bermain dengan sebuah cara, tapi ternyata berbeda. Kami menyesuaikan keadaan lalu mengontrol pertandingan,” ujarnya. (bsf )
Editor : Inilahkoran
