Langkah Kecil Menuju Generasi Tangguh

PEMKOT Makassar mendalami praktik PAUD di Inggris. Tujuannya, memperkuat karakter anak sejak dini.

Langkah Kecil Menuju Generasi Tangguh
FOTO BERSAMA: Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin berfoto bersama siswa saat menghadiri peringatan United Nations Day bertajuk Hoppy Little Water Detectives di Makassar, akhir pekan lalu, Sabtu (24/10).(ANTARA/HO-PEMKOT MAKASSAR)

Pendidikan anak usia dini bukan sekadar tempat belajar mengenal huruf dan angka. Pada tahap inilah fondasi kecerdasan, karakter, hingga kepedulian terhadap lingkungan mulai dibentuk.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin ingin memperkuat fondasi tersebut melalui pendalaman praktik pendidikan di Inggris. Pemerintah Kota Makassar berencana memperkaya pendekatan pembelajaran PAUD dengan mempelajari kurikulum dan praktik pendidikan dari negara tersebut, kemudian menyesuaikannya dengan kebutuhan anak di daerah.

“Dinas Pendidikan akan membangun diskusi bagaimana mendidik anak-anak dengan baik,” kata Munafri saat menghadiri peringatan United Nations Day bertajuk Hoppy Little Water Detectives di Makassar, seperti dikutip dari ANTARA, Sabtu (24/10).

Bagi Munafri, rentang usia nol hingga lima tahun merupakan fase penting dalam tumbuh kembang anak. Pengalaman belajar pada periode ini turut membangun kecerdasan, karakter, dan kemampuan menghadapi tantangan pada masa depan.

Karena itu, pengembangan PAUD tidak cukup hanya berorientasi pada kemampuan akademik. Pembelajaran juga perlu membangun keterampilan hidup dan menanamkan nilai-nilai yang menjadi bekal anak ketika tumbuh dewasa.

Upaya memperkuat pendidikan usia dini tersebut menjadi bagian dari inovasi pendidikan di Makassar. Sebelumnya, Munafri mendapat kesempatan memaparkan praktik pengembangan PAUD terintegrasi Makassar dalam forum internasional yang diselenggarakan organisasi di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Kemarin saya diberikan kesempatan oleh salah satu organisasi di bawah PBB untuk memperlihatkan bagaimana Makassar mengembangkan PAUD menjadi salah satu competence yang ada di Indonesia,” ujarnya.

Pengalaman tersebut membuka ruang bagi Makassar untuk bertukar pengetahuan dan memperluas perspektif dalam pengembangan pendidikan anak usia dini. Meski demikian, praktik dari luar negeri tidak serta-merta diterapkan begitu saja. Pendekatan pembelajaran tetap perlu disesuaikan dengan kondisi daerah dan kebutuhan perkembangan anak.

Penguatan PAUD juga membutuhkan dukungan berbagai pihak. Munafri menilai, keterlibatan lembaga pendidikan swasta menjadi penting untuk memperluas upaya peningkatan kualitas layanan pendidikan, terutama di tengah keterbatasan kemampuan fiskal pemerintah daerah. (gin)


Editor : Inilahkoran