Ruang Layak Belajar Nyaman
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Palu - Ruang kelas yang layak menjadi salah satu penopang proses belajar yang berkualitas. Dari bangunan yang aman hingga fasilitas sanitasi yang memadai, kondisi sekolah turut menentukan kenyamanan anak-anak dalam menuntut ilmu.
Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengalokasikan Rp559,52 miliar untuk program revitalisasi 1.048 sekolah di Sulawesi Tengah (Sulteng).
Program ini menyasar satuan pendidikan mulai jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga SMA dan SMK, dengan target penyelesaian pada akhir 2026.
Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BRMP) Sulteng Muhammad Anis mengatakan, perbaikan sarana pendidikan tersebut tengah berlangsung di berbagai sekolah. Berdasarkan hasil pemantauan, sebanyak 34 sekolah telah menuntaskan pekerjaan hingga 100 persen dengan total anggaran Rp16,7 miliar.
Sementara itu, sekolah lainnya masih melanjutkan pengerjaan sesuai tahapan masing-masing. “Jadi satuan pendidikan yang menerima bantuan revitalisasi sekolah ini terdiri dari jenjang PAUD hingga SMA serta SMK,” kata Anis di Palu, seperti dikutip dari ANTARA, Minggu (25/10).
Untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai target, pemantauan dilakukan secara real time melalui sistem berbasis dashboard digital. Sistem tersebut memungkinkan perkembangan pekerjaan setiap sekolah dipantau secara transparan, mulai dari yang telah selesai hingga yang masih dalam proses.
“Kita punya dashboard yang bisa memantau mana sekolah yang progresnya sudah 100 persen dan mana yang masih di angka 70 persen. Semua terpantau secara transparan,” ujarnya.
Pemantauan digital itu menjadi salah satu upaya untuk menjaga transparansi, akuntabilitas, dan ketepatan sasaran penggunaan anggaran. Dengan perkembangan pekerjaan yang dapat dipantau, sekolah yang belum menyelesaikan revitalisasi bisa terus diawasi hingga mencapai target.
Penentuan penerima bantuan juga didasarkan pada data kondisi sarana dan prasarana yang tercatat dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Data tersebut menjadi acuan untuk melihat kebutuhan faktual sekolah, mulai dari kondisi ruang kelas hingga fasilitas sanitasi.
“Seluruh sekolah yang mendapatkan bantuan revitalisasi adalah sekolah-sekolah yang basis datanya sudah terverifikasi dengan baik melalui Dapodik sebab dalam data itu tergambar kondisi faktual ruang kelas hingga fasilitas sanitasi,” kata Anis. (gin)
Editor : Inilahkoran
