Bukan Sekadar Angka, TKA Membaca Potensi Anak
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Surabaya - Masa depan anak tidak semata-mata ditentukan oleh angka di atas kertas ujian. Ada ketekunan, kejujuran, dan potensi berbeda yang perlu diberi ruang untuk tumbuh.
Pesan itu disampaikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjelang pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi murid SMA, SMK, SLB, dan sederajat di provinsinya.
Sebanyak 438.126 murid telah terdaftar untuk mengikuti asesmen yang dijadwalkan berlangsung pada 26 Oktober hingga 8 November 2026.
Khofifah berharap TKA menjadi kesempatan bagi para murid untuk menunjukkan hasil belajar sekaligus mengenali kemampuan diri. Namun, dia mengingatkan agar mereka tidak menjadikan nilai ujian sebagai satu-satunya tolok ukur keberhasilan.
“Jangan pernah merasa bahwa masa depan kalian hanya ditentukan oleh angka hasil ujian. Setiap anak memiliki kecerdasan, kelebihan, dan potensi yang berbeda. Yang terpenting adalah berusaha sungguh-sungguh, mengerjakan dengan jujur, dan memberikan kemampuan terbaik. Ibu percaya anak-anak Jawa Timur mampu menunjukkan prestasi yang membanggakan,” ujarnya di Surabaya, seperti dikutip dari ANTARA, Minggu (25/10).
Bagi Khofifah, TKA merupakan instrumen berstandar untuk memperoleh gambaran capaian akademik murid. Hasilnya dapat dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan dan menjadi pertimbangan dalam seleksi pendidikan lanjutan sesuai ketentuan yang berlaku.
Meski demikian, hasil asesmen bukanlah akhir dari perjalanan belajar. Setiap anak memiliki keunggulan yang berbeda dan membutuhkan proses panjang untuk mengembangkan kemampuannya.
Karena itu, Khofifah meminta orang tua dan guru menciptakan suasana yang mendukung menjelang pelaksanaan TKA. Murid perlu merasa tenang dan percaya diri, bukan terbebani tuntutan nilai yang berlebihan.
“Kepada bapak dan ibu, para orang tua, mari kita dampingi anak-anak dengan doa, kasih sayang, dan kalimat-kalimat yang menguatkan. Jangan membebani mereka dengan tuntutan nilai yang berlebihan. Yakinkan bahwa kita bangga atas perjuangan dan kesungguhan mereka dalam belajar,” katanya.
Di balik pesan penguatan kepada murid, kesiapan pelaksanaan TKA juga menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Berdasarkan data Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur yang merujuk pada dasbor pusat TKA Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah per 16 Oktober 2026, sebanyak 438.126 murid atau 94,54 persen dari total 463.397 calon peserta telah terdaftar. (gin)
Editor : Inilahkoran
