Ketua DPRD Kota Bandung Soroti Respons Pemerintah dan Penanganan Sampah dari Hulu

Ketua DPRD Kota Bandung Asep Mulyadi meminta pemerintah lebih responsif menangani persoalan warga dan memperkuat pengelolaan sampah dari tingkat kewilayahan.

Ketua DPRD Kota Bandung Soroti Respons Pemerintah dan Penanganan Sampah dari Hulu

INILAHKORAN.ID - Ketua DPRD Kota Bandung Asep Mulyadi menyoroti dua pekerjaan penting yang perlu mendapat perhatian pemerintah, yakni kecepatan merespons persoalan warga dan penanganan sampah dari tingkat kewilayahan.

Asep menilai pemerintah perlu bergerak lebih aktif ketika menemukan persoalan di lapangan. Menurutnya, penyelesaian masalah tidak semestinya baru dilakukan setelah persoalan ramai dibicarakan masyarakat atau viral di media sosial.

“Artinya kan pemerintah harus segera responsif, aktif. Ketika ada sesuatu itu harus segera,” kata Asep Mulyadi, Sabtu (26/9/2026).

Menurut Asep, pola kerja pemerintah perlu diarahkan pada langkah antisipatif. Setiap persoalan yang muncul di tengah masyarakat semestinya segera diidentifikasi dan ditangani sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

“Saya melihat beberapa kasus memang sering kali, kadang-kadang nanti setelah viral baru ditanggapi,” ucapnya.

Karena itu, Asep berharap respons cepat menjadi bagian dari pola kerja Pemerintah Kota Bandung ke depan. Penanganan persoalan warga, kata dia, tidak semestinya bergantung pada seberapa besar perhatian publik terhadap suatu masalah.

“Saya ingin Pemerintah Kota Bandung hari ini dan ke depan itu, responsif dan aktif menyelesaikan masalah,” ujarnya.

Penanganan Sampah Dimulai dari Kewilayahan

Selain respons pemerintah, Asep menyoroti persoalan sampah yang dinilai masih membutuhkan perhatian serius. Menurutnya, penanganan sampah tidak cukup dilakukan ketika sampah sudah menumpuk, tetapi harus dimulai dari sumbernya.

“Tadi saya sampaikan, pertama tentunya ada sampah ya. Karena sampah ini menjadi tantangan kita semua,” jelasnya.

Asep mendorong penanganan sampah dimulai dari tingkat kewilayahan. Langkah dari hulu tersebut dinilai penting agar pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada proses pengangkutan dan pembuangan di tingkat akhir.

Ia juga menilai program Kang Pisman atau Kurangi, Pisahkan dan Manfaatkan Sampah perlu terus diperkuat. Asep mengapresiasi program yang telah berjalan sekaligus menekankan pentingnya kesinambungan pelaksanaannya di tengah masyarakat.

“Respon dari pak wali juga bagus. Mulai dari Kang Pisman, kemudian ada program-program lanjutan,” ujarnya.

Menurut Asep, keberhasilan pengelolaan sampah juga dipengaruhi perubahan budaya masyarakat. Warga perlu membiasakan diri mengurangi sampah, memilah sesuai jenisnya, kemudian memanfaatkan kembali sampah yang masih memiliki nilai guna.

“Ini juga harus meningkatkan budaya masyarakat mulai mengurangi, memilah dan memanfaatkan sampah,” pungkasnya.


Editor : Ahmad Sayuti