Ketum Viking Sindir Hastag Sepak Bola Untuk Semua yang Digaungkan Persib
Ketum Viking Persib Club (VPC), Tobias Ginanjar Sayidina sindir hastag sepak bola untuk semua yang digaungkan Persib.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Ketum Viking Persib Club (VPC), Tobias Ginanjar Sayidina sindir hastag sepak bola untuk semua yang digaungkan Persib.
Melalui akun instagram pribadinya, Ketum Viking Persib Club (VPC), Tobias Ginanjar Sayidina ini sindir bahwa kalimat sepak bola untuk semua yang digaungkan Persib sangat indah untuk diucapkan. Bahkan merupakan keadaan yang dicita-citakan bersama untuk dicapai.
"Namun sayangnya, kebijakan dan narasi yang berkembang masih jauh dari tujuan yang ingin dituju," tulisnya.
Tobias pun mempertanyakan siapa yang mengeluarkan ide hastag sepak bola untuk semua tersebut. Apalagi ditambah narasi yang seolah ingin menghilangkan kelompok atau komunitas termasuk Viking Persib Club (VPC).
"Entah siapa yang meng "orkestrasi" akhir-akhir ini malah banyak narasi-narasi yang seakan-akan ingin menghilangkan kelompok suporter (komunitas) yang existing di bagian kata "semua" dalam kalimat sepak bola untuk semua tersebut," tulisnya kembali.
Tobias merasa narasi tersebut seolah membuat Stadion nyaman dan aman untuk keluarga tanpa adanya komunitas suporter.
"Narasi-narasi seperti "stadion aman nyaman kalau tidak ada komunitas" "teruslah kalian menepi biar kita nyaman bawa keluarga" dan lain-lain menurut saya tidak sejalan dan tidak konsisten dengan tujuan terciptanya sepak bola untuk semua itu sendiri," tambahnya.
Dia lantas mempertanyakan kesalahan apa yang telah dibuat komunitas terhadap Persib sehingga membangun narasi tersebut. Terlebih isinya seolah komunitas layaknya monster yang menakutkan terutama bagi anak-anak dan keluarga.
"Hey come on, kita juga punya komitmen dan cita-cita yang sama terkait sepak bola untuk semua ini. Kita pun ikut bahagia melihat semakin banyak anak-anak dan keluarga yang bergembira menikmati sepak bola di stadion," tulisnya.
Tobias merasa sejak beberapa tahun ke belakang atau sebelum komunitas menepi, Stadion laga kandang Persib sudah mulai ramah dengan keluarga. Bahkan dirasa aman.
"Kalau sistemnya baik, seharusnya mau siapapun yang hadir ke stadion (komunitas/non komunitas) stadion harus tetap aman dan nyaman. Sekali lagi ini bukan pilihan siapa yang harus dikorbankan atau siapa mengorbankan siapa. Karena seharusnya semuanya bisa berjalan beriringan dan bersama-sama walaupun "treatment" nya berbeda, karena kapasitas GBLA itu sangat besar dan jumlah tribunnya pun banyak (tinggal diatur pengaturan dan peruntukannya)," tuturnya.
Karena itu, Tobias berharap hastag sepak bola untuk semua ini bisa benar-benar dirasakan oleh semua tanpa terkecuali. Tentunya bisa memudahkan untuk semua kalangan.
"Tua, muda, anak-anak, kaya, miskin, komunitas atau non komunitas dan lainnya bisa berkumpul dan bergembira dalam stadion karena sepak bola untuk semua. Hidup Persib!," tulisnya mengakhiri.
Diberitakan sebelumnya, Persib gelorakan #SepakbolaUntukSemua untuk memperingati satu tahun tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada 1 Oktober 2022 lalu.
#SepakbolaUntukSemua itu bertujuan hanya ingin menunjukan bahwa sepak bola merupakan olahraga permainan dan hiburan yang bisa dinikmati oleh siapapun.
Wakil Komisaris Utama PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Rudy Sufahriadi mengatakan tragedi Kanjuruhan ini tentunya sudah dijadikan pelajaran bagi pihaknya. Yakni dengan melakukan pembenahan di berbagai aspek penyelenggaraan pertandingan.
"Kita semua harus belajar dari musibah itu, introspeksi diri, untuk kemudian melakukan pembenahan dan perbaikan di segala aspek yang menjadikan stadion sebagai tempat yang aman dan nyaman untuk menyaksikan pertandingan sepak bola yang selama ini sudah menjadi hiburan kita semua," kata Rudy, Minggu, 1 Oktober 2023 lalu.
Pelajaran pertama yang diambil Persib, dikatakan Rudy yakni perlunya skema dan mekanisme penyelenggaraan pertandingan. Terutama yang menyangkut faktor keamanan dan keselamatan.
Satu di antaranya, lanjutnya, pembenahan dari sistem tiket. Persib memberlakukan tiket laga kandang dijual 100 persen secara online.
Dalam prosesnya, para pembeli tiket akan mendapatkan e-ticket yang nantinya ditukar dengan tiket gelang untuk bisa masuk ke Stadion yang dibuat dengan sistem ring pengamanan berlapis.
Setelah sistem tiketing dan skema pengamanan dan keselamatan sudah mulai berjalan relatif baik, Persib mulai melakukan pembenahan yang menyangkut kenyamanan di Stadion.
"Perbaikan dan peningkatan fasilitas Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) yang terkait dengan kenyamanan penonton secara simultan terus dilakukan sampai sekarang. Selain itu, kita juga terus berupaya meningkatan hospitality buat penonton dan suporter yang datang," tuturnya.
Terbaru, Persib menggelorakan #SepakbolaUntukSemua. Menurutnya, sepak bola harus bisa dinikmati oleh siapapun. Termasuk anak-anak, pelajar dan keluarga.
"Belum optimal memang. Tapi paling tidak apa yang sudah kita lakukan selama setahun terakhir sudah membuat stadion lebih aman dan nyaman. Saya melihat, sekarang semua kalangan, anak-anak dan keluarganya sudah bisa menikmati pertandingan Persib tanpa dihantui kekhawatiran berlebihan," katanya.
Kendati begitu, mantan Kapolda Jabar ini memastikan upaya pembenahan yang dilakukan Persib tidak akan berhenti sampai di sini.
"Upaya pembenahan dan perbaikan akan terus kita lakukan demi terciptanya atmosfer pertandingan yang ramah buat siapapun," kata Rudy mengakhiri.(Muhammad Ginanjar)
Editor : Ahmad Sayuti

