Keuskupan Bogor Inisiasi Gerakan Kolekte Sampah Indonesia untuk Kurangi Sampah Plastik
Keuskupan Bogor dan KLHK menginisiasi gerakan Kolekte Sampah Indonesia untuk mengurangi sampah plastik di masyarakat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Keuskupan Bogor dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menginisiasi gerakan Kolekte Sampah Indonesia.
Perwakilan Keuskupan Bogor Mgr Paskalis Bruno Syukur memaparkan, gerakan Kolekte Sampah Indonesia itu dilakukan guna membantu mengurangi produksi sampah di masyarakat.
Menurutnya, gerakan Kolekte Sampah Indonesia yang diinisiasi Keuskupan Bogor itu merupakan bukti konkret terjalinnya kerja sama penanganan sampah yang menembus batas-batas pemerintah, masyarakat, dan keagamaan.
Baca Juga: Hari Raya Nyepi, Arus Lalu Lintas di Kawasan Puncak Normal
"Gerakan Kolekte Sampah Indonesia ini dijalin bersama untuk membangun Bogor yang bersih, cerah, yang membuat hidup indah. Perilaku yang baik kepada alam yang disebut pertobatan ekologis," kata Paskalis, Jumat 4 Maret 2022.
Adanya inisiasi itu diparesiasi Wali Kota Bogor Bima Arya. Gerakan Kolekte Sampah Indonesia itu bertujuan untuk mengurangi sampah plastik ke laut sebesar 70 persen pada 2025 sekaligus memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2022.
"Kami menyambut baik peluncuran Kolekte Sampah Indonesia ini. Pasalnya, gerakan dengan pendekatan keimanan melalui jalur keagamaan ini mampu memperkuat konsisten untuk keberlanjutan dan target mengurangi volume sampah," kata Bima.
Baca Juga: Bima Minta ASN Tiru 3 Filosofi Kepemimpinan Rasulullah SAW
Dia mengaku bangga dan berterima kasih kepada Mgr Paskalis Bruno Syukur yang mampu menggerakkan gereja-gereja di Bogor ikut gerakan Kolekte Sampah Indonesia.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, Bahan Beracun dan Berbahaya (PSLB3) KLHK Rosa Vivien Ratnawati mengatakan dalam mengurangi volume sampah saat ini memang perlu dilakukan pendekatan dari hulu ke hilir atau langsung dari sumbernya.
"Kami memandang manusia di Indonesia ini semuanya religius. Untuk itu, dalam target pengurangan sampah, Kementerian LHK melibatkan keagamaan," ungkapnya dalam keterangan tertulis.
Baca Juga: Ganjil Genap di Puncak Gak Berlaku Bagi Motor dan Moge
Menurutnya, gerakan Kolekte Sampah Indonesia gerakan memilah sampah dan menyerahkan sampah ke drop box yang tersedia di gereja-gereja yang nantinya offtaker akan membeli dengan harga yang baik.
Dia menyebutkan, gerakan serupa sudah lebih dulu melibatkan masjid-masjid melalui program Sampah Menjadi Berkah. Kini pihaknya merambah ke Keuskupan Bogor untuk mengurangi sampah melalui gerakan Kolekte Sampah Indonesia. (Rizki Mauludi)
Editor : inilahkoran


